GELORA.CO - Link video Jule viral Yuka di hotel dengan durasi 7 menit beredar di media sosial dan membuat warganet penasaran. Video Jule viral Yuka check in di hotel merujuk pada kontroversi terkini di media sosial Indonesia yang melibatkan influencer Yuka (Yusman Kusuma) dan Jule. Isu ini meledak sekitar Desember 2025, dengan tuduhan perselingkuhan hingga kabar Jule viral Yuka check-in hotel. "Video CCTV dugaan Yuka & Jule di hotel," tulis salah satu akun Youtube dilihat, Selasa 30 Desember 2025. Warganet ramai membahas chat WA, rekaman telepon, dan CCTV yang menunjukkan kedekatan Yuka dengan Jule, sementara Aya (kekasih Yuka) merasa dikhianati. Yuka sudah klarifikasi dan membantah tuduhan ini, tapi isu tetap viral di TikTok dan Instagram. Lantas, apakah video Jule viral Yuka yang beredar asli atau hanya jebakan phishing? Video CCTV Jule dan Yuka di hotel yang viral sebenarnya belum terbukti keasliannya dan banyak dianggap hoaks atau rekayasa untuk mengeksploitasi rasa penasaran netizen. Klarifikasi dari pihak terkait, termasuk Yuka, menyatakan kedekatan mereka hanya pertemanan biasa tanpa bukti perselingkuhan fisik di hotel, meski foto mesra di mobil beredar. Sehingga video CCTV hotel yang diklaim 7 menit sering jadi phishing/malware di TikTok, bukan rekaman asli. Bahaya Phishing lewat link video Jule viral Yuka di TikTok Phishing melalui link video Jule viral Yuka di TikTok sering memanfaatkan rasa penasaran pengguna untuk mencuri data pribadi dan menyebabkan kerugian finansial besar. Risiko Utama - Pencurian data: Link meminta email, password, atau OTP, memungkinkan hacker akses akun medsos, bank, dan e-wallet. - Malware otomatis: Klik langsung infeksi virus yang merusak perangkat, akses kamera/mikrofon, atau curi file sensitif. - Kerugian finansial: Pembobolan rekening, pinjol ilegal atas nama korban, atau akun dijual ke penipu lain. Pencegahan Efektif - Hindari klik link video dari komentar atau WA/Telegram; akses hanya konten resmi TikTok. - Gunakan antivirus, aktifkan 2FA, dan laporkan konten mencurigakan ke TikTok yang sudah hapus 25 juta item berbahaya di 2025.