REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --Dalam pandangan tasawuf, kemiskinan dan kekayaan bukanlah tujuan, melainkan ujian. Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitab An-Nafaais al-Uluwiyyah fi al-Masaail ash-Shuufiyah menjelaskan bahwa kemuliaan seorang hamba ditentukan oleh kerelaan, kesabaran dan rasa syukurnya dalam menjalani ketetapan Allah SWT. Asy-Syeikh Isa bin Ahmad Bahadhrami bertanya, "Bagaimana kedudukan miskin dan kaya, mana yang lebih utama di antara keduanya, serta apa dalil-dalilnya?" Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad menjawab: Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah SWT yang menjadikan kemiskinan sebagai perhiasan bagi hamba-hamba-Nya yang saleh....