Jokowi Perintahkan Yaqut 'Ngumpet' Hindari Pansus Haji, Korupsinikus: KPK Brani Panggil?

GELORA.CO - Doedoek perkara eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, jang sabelomnja sempat “hilang” bak ditelan jin atawa ngoempet dari peredaran, achirnja ditetapken sebagai tersangka kasoes korupsi kuota haji pada 8 Januari 2026. Nahamoen, sabelon statoes itoe disematken, selidik poenja selidik ternjata soeda mencium botjoran kasar jang bikin ra’jat reuwas kabina-bina. Botjoran itoe moentjoel dari podcast Akbar Faisal Uncensored. Islah Bahrawi angkat bitjara. Ia mengakoe, Yaqut sengadja “diamankan” dari pemeriksaan Pansus Angket Haji DPR RI dengan dalih toegas negara: menghadiri Konferensi Perdamaian Dunia di Perancis, jang diboeka langsung oleh Presiden Emmanuel Macron. Islah Bahrawi boekan orang sembarang. Ia sobat dekat Yaqut Cholil Qoumas. Dalam podcast itoe, ia bikin pengakoean jang menggetarkan: ada doegaan printah langsoeng dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Maksoednja terang—agar Yaqut tidak hadlir memenuhi oendangan Pansus DPR pada 2024. Tanpa banyak tanja ini-itoe, Yaqut konon langsoeng “ngoempet” di Perancis salama 24 ari. Padahal, rencana awal hanja tiga ari sadja. Kepada redaktie, nara soember Korupsinikus—pakar kondang jang separoeh anti, separoeh pro korupsi dengan trik dan tips choesoes di Negara Konoha Raya (NKR)—angkat soewara. Ini terkait, misih dendam pribadinja pada praktik rasoeah jang pernah membikin nasibnja remoek, imbasnja menjadikannja lidahnja seakan tanpa rem: “Semoga KPK bikin aksi tjepat-tanggap tanpa tergagap-gagap. Panggil segra itoe Jokowi. Dimata hoekoem, smoea itoe sama sadja dardjahnja,” oedjarnja sambil tambah oetjap, “Tapi terang sadja, akoepoen pesimis. Kasoes-kasoes lain jang ada doegaan koewat libatken Jokowi, slaloenja tak ada alang oedjornja.” Masih menurut Islah Bahrawi, sabelom keberangkatan, Yaqut sempat setor moeka kepada Jokowi. Ia minta arahan: haroeskah ia hadlir di Pansus DPR? “Apakah saya harus datang ke Pansus? Tapi saya akan ceritakan apapun yang saya alami, sejujur-jujurnya di DPR,” kata Islah menirukan Yaqut. Oesai dialog itoe, disposisi soerat jang sabelonnja disiapken oentoek Prabowo, sontak dibikin batal. Toegas negara dialihkan kepada Yaqut. Faktanja, konferensi perdamaian itoe semestinja dipenoehi oleh Menteri Pertahanan, bukan Menteri Agama. Soenggoe lotjoe djoega kan?! Sekedar mengingatken, DPR RI membentoek Pansus Angket Haji jang aktif dari 9 Juli hingga 30 September 2024. Pansus ini dibikin oentoek oesoet pelbagai persoalan ibadah haji, termasuk tambahan kuota 20.000 djamaah jang didoega tak klop dengan ketentoean undang-undang. Terkait botjoran versi Islah Bahrawi jang makin membikin ra’jat NKR semapoet oleh drama korupsi tingkat tinggi jang tak berodjoeng, Korupsinikus menegaskan: “Sebaiknja moentjoel katerangan resmi dari fihak Presiden Joko Widodo maoepoen tim hoekoem Yaqut Cholil Qoumas. Ra’jat berhak tahoe, bukan hanja disoegoehi drama jang bikin kepala pening.” Di tempat berbeda, Rubi—rekan dalit Korupsinikus—angkat soewara dengan nada lebih pedas: “Drama korupsi tingkat tinggi di NKR rata-rata libatken orang besar dan pangkat tinggi. KPK haroes brani tanpa pilih-pilih. Panggil sadja! Jangan hanja toempoel ke atas, tadjem ke bawah. Apalagi ada printah ngoempet-ngumpet segala. Ini negara hoekoem, boekan tempat maen petak oempet toean en njonja?!” Sumber: porosmedia