GELORA.CO - Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Wamena, Papua Pegunungan, Selasa lalu, semestinya jadi momen yang ringan. Dia main bola dengan anak-anak sekolah sepak bola. Tapi, yang terjadi justru bikin banyak orang mengernyit. Bukan karena permainannya yang buruk, ya. Tapi karena satu momen spesifik: saat mencetak gol. Alih-alih menyundul atau menendang, Gibran malah menggunakan tangannya untuk mendorong bola masuk ke gawang. Sebuah pelanggaran yang sangat jelas dalam sepak bola. Yang lebih mengherankan, wasit di lapangan tampaknya membiarkan saja. Tidak ada kartu, apalagi kartu merah yang mestinya jadi konsekuensi. Kejadian itu terekam kamera dan, seperti bisa ditebak, langsung menyebar ke mana-mana. Reaksi warganet pun beragam, kebanyakan kritik pedas. Mereka melihat ini bukan sekadar pelanggaran dalam permainan, tapi cerminan karakter. "Main bola sama anak-anak pun dia melanggar aturan.??," "Kebiasaan langgar aturan, kagak ngelanggar gatel..." Begitu cuit salah satu akun yang membagikan video itu. Akun lain menulis komentar yang lebih panjang, menghubungkan sikap di lapangan dengan konteks yang lebih luas. "Kalau sudah karakter susah diubah. Kelihatan orangnya ga bs terima kekalahan. Bukannya bapaknya jg demikian? Ga pernah mau dianggap kalah, makanya sampai apapun dilakukan biar selalu menang," Ada juga yang menekankan soal nilai dan keteladanan. "Karakter yg melekat dr seseorang muncul kapan pun. Apalagi ini di lingkungan generasi muda yg harusnya jadi panutan. Olahraga ini perlu sportivitas tinggi lebih penting drpd sekedar cetak skor abal2," ujar seorang netizen. Kritik tajam lainnya datang dengan nada yang lebih keras . "Nah ini contoh pemimpin yg nyitrain dirinya merakyat tapi curang dan sistem nya dibikin ga fair..kl salah ya dihukum dong, contoh kecil yg menjijikan,"