GELORA.CO - Ramadan baru berjalan beberapa hari, namun lini masa media sosial langsung memanas setelah potongan video seorang influencer, Cut Rizki, viral dan memicu perdebatan besar. Dalam video tersebut, Cut Rizki bercerita bahwa rutinitas sahur membuat jam tidurnya terganggu. Ia menyinggung bahwa dirinya membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang, seperti hari-hari biasa. Pernyataan itu sebenarnya diucapkan sebagai curahan pengalaman pribadi. Namun potongan sependek 15–30 detik yang beredar justru menangkap bagian paling sensitif, keluhan bahwa sahur terasa mengganggu pola tidurnya. Unggahan itu kemudian menyebar cepat dan muncul di berbagai FYP pengguna media sosial. Respons netizen pun langsung mengalir deras. Banyak yang menilai ucapannya tidak pantas diucapkan seorang muslim. Terlebih di bulan Ramadan yang sarat makna ibadah. Ada pula yang menilai sahur bukan sekadar makan dini hari. Melainkan bagian dari ritual yang penuh keberkahan dan patut disyukuri. Tak sedikit komentar yang menyindir, bahwa momen sahur dan berbuka adalah hal yang setiap tahun dirindukan. Karena tidak ada yang tahu apakah Ramadan berikutnya masih diberi kesempatan untuk dijalani. Setelah kritik mengarah bukan hanya ke ucapannya, tetapi juga menyerempet aspek pribadi, Cut Rizki bersama suaminya akhirnya memberikan klarifikasi. Keduanya mengakui bahwa ucapan tersebut merupakan kekhilafan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia menegaskan bahwa pernyataan itu tidak mencerminkan nilai yang mereka yakini dan berjanji lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat. Kasus ini menjadi pengingat betapa rentannya potongan video memicu badai opini di era digital. Sebuah curhatan ringan bisa berubah menjadi isu sensitif ketika menyentuh hal yang berkaitan dengan keyakinan banyak orang.***