Narasi “pernah miskin” kerap dipakai sebagian orang sukses untuk membangun citra diri di ruang publik. Jika klaim itu direkayasa, kemiskinan riil berisiko tereduksi menjadi sekadar simbol retoris. Akibatnya, pengalaman kemiskinan struktural tenggelam dalam narasi performatif.

Narasi “pernah miskin” kerap dipakai sebagian orang sukses untuk membangun citra diri di ruang publik. Jika klaim itu direkayasa, kemiskinan riil berisiko tereduksi menjadi sekadar simbol retoris. Akibatnya, pengalaman kemiskinan struktural tenggelam dalam narasi performatif.