PM India Tegaskan Berdiri Teguh Sampai Kapan pun Bersama Israel

GELORA.CO - Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan bahwa India berdiri bersama Israel “dengan teguh dan penuh keyakinan, saat ini dan seterusnya”. Pernyataan itu disampaikan Modi saat berpidato di parlemen Israel, Knesset, pada Rabu waktu setempat. Dalam pidatonya, Modi menyampaikan belasungkawa atas kematian sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga Israel, dalam serangan yang dilakukan kelompok Hamas pada 7 Oktober 2023. “Kami merasakan penderitaan Anda dan turut berduka,” ujar Modi di hadapan anggota parlemen Israel. Ia menegaskan bahwa seperti Israel, India memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap terorisme tanpa standar ganda. Kunjungan Perdana Sejak Serangan 2023 Kunjungan ini merupakan yang pertama bagi Modi ke Israel sejak serangan Hamas pada Oktober 2023 dan operasi militer besar-besaran Israel di Gaza. Sejak saat itu, Israel melancarkan serangan udara dan darat intensif di Jalur Gaza yang terkepung. Lebih dari 70.000 orang dilaporkan tewas dalam konflik tersebut. Pada September lalu, komisi penyelidikan yang dibentuk United Nations menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Tuduhan itu dibantah Kementerian Luar Negeri Israel yang menyebut laporan tersebut “menyimpang dan tidak benar”. Hubungan India–Israel dan Kerja Sama Ekonomi Dalam pidatonya, Modi mengatakan terdapat “kekaguman besar” di India terhadap “keteguhan, keberanian, dan pencapaian” Israel. Ia juga menyoroti hubungan historis kedua negara yang telah terjalin lebih dari 2.000 tahun. Modi menyampaikan komitmen kedua negara untuk memperluas perdagangan, memperkuat arus investasi, serta mendorong pengembangan infrastruktur bersama. Dukung Rencana Perdamaian Gaza Terkait konflik Gaza, Modi menyebut Inisiatif Perdamaian Gaza yang didukung Dewan Keamanan PBB sebagai jalur menuju stabilitas kawasan. Ia juga menegaskan dukungan kuat India terhadap rencana perdamaian yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump. “Kami percaya rencana ini menjanjikan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat di kawasan, termasuk dengan menyelesaikan isu Palestina,” kata Modi. Sejak lama, India mendukung solusi dua negara, yakni pembentukan negara Palestina yang berdaulat, layak, dan merdeka dalam batas wilayah yang diakui serta disepakati bersama, hidup berdampingan secara damai dengan Israel. Pada 31 Januari lalu, Modi juga menegaskan kepada delegasi menteri luar negeri negara-negara Arab bahwa India mendukung rakyat Palestina dan menyambut upaya perdamaian yang sedang berlangsung, termasuk rencana damai Gaza. Amerika Serikat sebelumnya mengundang India bersama sekitar 60 negara lainnya untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang digagas Trump. Washington menyebut inisiatif tersebut sebagai upaya global penyelesaian konflik, dengan fokus awal pada Gaza. Meski belum bergabung secara resmi, India menghadiri pertemuan perdana dewan tersebut pada 19 Februari sebagai negara pengamat. Dewan Perdamaian Gaza akan menjadi bagian dari tahap kedua proposal gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang didukung AS. Resolusi Dewan Keamanan PBB pada November lalu memberikan mandat kepada dewan tersebut untuk mengawasi Gaza setidaknya hingga akhir 2027.