GELORA.CO - Sebuah video yang memperlihatkan kedekatan seorang mahasiswi dari UIN Sultan Syarif Kasim dengan terduga pelaku pembacokan beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi warganet. Tayangan tersebut menjadi sorotan setelah peristiwa pembacokan yang terjadi di wilayah Pekanbaru mencuat ke publik. Video itu disebut berasal dari akun TikTok bernama @_mzfrr. Dalam sejumlah potongan video yang beredar, keduanya tampak mengikuti kegiatan kampus bersama hingga menghabiskan waktu di luar aktivitas akademik. Salah satu potongan memperlihatkan mereka bermain PlayStation di sebuah tempat rental. Unggahan-unggahan tersebut kemudian ramai dibagikan ulang oleh pengguna media sosial lainnya. Akun tersebut tercatat memiliki puluhan ribu pengikut dan ratusan ribu tanda suka. Setidaknya terdapat enam video yang menampilkan kebersamaan keduanya sebelum peristiwa pembacokan terjadi. Selain itu, warganet juga menyoroti sejumlah unggahan ulang (repost) yang ada di akun tersebut, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di ruang digital. @_mzfrr #80 % #20 ♬ bergema sampai selamanya - Nadhif Basalamah Spekulasi semakin menguat setelah sebelumnya pihak kepolisian mengungkap dugaan bahwa aksi pembacokan itu telah direncanakan sejak November 2025. Namun demikian, aparat penegak hukum menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan motif dan rangkaian peristiwa yang sebenarnya. Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah saat dikonfirmasi mengatakan pelaku telah diamankan di Polsek Binawidya beserta barang bukti berupa sebilah kapak dan parang yang digunakan dalam kejadian tersebut. “Pelaku sudah diamankan di Polsek Binawidya bersama barang bukti senjata tajam berupa kapak dan parang. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait motif dan kronologi kejadian,” kata AKP Anggi. Ia menjelaskan korban telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru akibat luka bacok yang cukup dalam pada bagian kepala dan tangan, dan direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap. "Diduga dipicu persoalan pribadi terkait hubungan percintaan, namun kami masih mendalami motif dan kronologinya," pungkasnya.***