Putin Berduka atas Kematian Khamenei: Pembunuhan yang Langgar Semua Moral

GELORA.CO - Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2). Dilansir AFP dan Reuters, Putin menyebut tindakan tersebut “dilakukan dalam pelanggaran sinis terhadap semua norma moralitas manusia dan hukum internasional”. Dalam surat yang diterbitkan Kremlin dan ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Putin menyampaikan belasungkawa terdalam atas kematian Khamenei. “Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya, yang dilakukan dengan cara yang melanggar semua norma moralitas manusia dan hukum internasional,” tulis Putin dalam surat tersebut. “Khamenei akan dikenang sebagai negarawan luar biasa yang memberikan kontribusi pribadi yang sangat besar terhadap pengembangan hubungan persahabatan Rusia-Iran,” imbuhnya. Putin juga meminta Pezeshkian menyampaikan simpati dan dukungannya kepada keluarga dan orang-orang terdekat Khamenei, serta kepada pemerintah dan seluruh rakyat Iran. Pada Sabtu, Rusia telah mengutuk serangan terhadap Iran sebagai “petualangan berbahaya” yang berpotensi memicu “bencana” di kawasan. Moskow juga telah menyerukan penahanan diri menjelang serangan AS-Israel tersebut. Juga pada Sabtu, Diplomat Tertinggi Moskow Sergei Lavrov melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang menurut Kementerian Luar Negeri Rusia dilakukan “atas inisiatif pihak Iran”. Hubungan Moskow dan Teheran sendiri semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, Rusia dan Iran menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral, termasuk dalam bidang militer. Iran diketahui menjadi salah satu sekutu terdekat Rusia selama ofensif Moskow di Ukraina, mempertegas kedekatan kedua negara di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tegang.