UEA Tutup Kedutaan di Teheran Usai Digempur Rudal Iran

GELORA.CO -Uni Emirat Arab (UEA) resmi menutup kedutaannya di Teheran dan menarik duta besar serta seluruh staf diplomatiknya menyusul gelombang serangan rudal dan drone Iran sejak Sabtu 28 Februari 2026. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. “Serangan bermusuhan terhadap lokasi sipil, termasuk kawasan permukiman, bandara, dan pelabuhan, merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional serta hukum internasional dan Piagam PBB,” demikian pernyataan pemerintah, dikutip dari The National, Senin 2 Maret 2026. Serangan Iran menyasar sejumlah titik strategis. Dua drone menghantam Pangkalan Angkatan Laut Al Salam di Abu Dhabi dan memicu kebakaran tanpa korban jiwa. Puing drone yang berhasil dicegat jatuh di kawasan Etihad Towers, melukai seorang perempuan dan anaknya. Di Dubai, dua orang terluka akibat puing yang berjatuhan. Kebakaran juga terjadi di dermaga Pelabuhan Jebel Ali, sementara api sempat terlihat di bagian fasad Burj Al Arab. Kementerian Pertahanan UEA melaporkan sistem pertahanan udara telah mencegat 165 rudal balistik, dua rudal jelajah, serta 541 drone sejak Sabtu. Sebanyak 152 rudal balistik dan 506 drone berhasil dihancurkan, sedangkan sisanya jatuh ke laut atau wilayah UEA dan menyebabkan kerusakan. Secara keseluruhan, tiga orang dilaporkan tewas, masing-masing warga Pakistan, Nepal, dan Bangladesh, serta 58 orang dari berbagai kewarganegaraan mengalami luka-luka. Badan Penanggulangan Krisis dan Bencana Nasional memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan mengimbau warga menjauhi puing atau benda mencurigakan. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menyatakan berada dalam tingkat kesiapan tertinggi. Eskalasi ini terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran. Presiden Donald Trump sebelumnya berjanji menghancurkan industri rudal Iran. Sebelumnya, Israel juga menyerang Teheran dan sejumlah kota besar lainnya, memicu ancaman balasan besar dari Iran serta meningkatkan ketegangan di kawasan. Sumber: RMOL