Pengamat Sebut Militer Iran Disusupi Mossad usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel

GELORA.CO - Analis Timur Tengah, Faisal Assegaf, menyebut perang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran ini merupakan aib bagi Iran sendiri karena Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei tewas. Pada hari ini, Minggu (1/3/2026), media resmi milik Iran, Press TV, Kantor berita Tasnim dan Fars mengkonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kemudian Kantor berita Fars Iran memberikan detail lebih lanjut tentang pembunuhan pemimpin tertinggi tersebut. Disebutkan bahwa Khamenei terbunuh di kantornya saat "menjalankan tugas yang diberikan kepadanya" pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Atas kematian Khamenei tersebut lah, Faisal menyebutnya sebagai sebuah aib besar bagi Iran. "Karena di serangan pertama itu bukan hanya Panglima Angkatan Bersenjatanya yang tewas, terus juga ada Komandan Garda Revolusi, tapi juga pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei  yang tewas," katanya, Senin (2/3/2026), dikutip dari YouTube tvOne. "Ini sama persis ketika tahun lalu, tapi waktu itu Khamenei selamat. Jadi waktu itu yang tewas juga Panglima Angkatan Bersenjata dan Komandan Garda Revolusi. Nah, kali ini yang tewas ditambah Ali Khamenei," sambungnya. Dari pengalaman ini, Faisal pun merasa heran dengan Iran yang tidak belajar dari masa lalu. "Atau memang seperti kata Mahmud Ahmadinejad (Presiden ke-6 Iran) dalam sebuah wawancara bahwa Kementerian Intelijen Iran itu sudah disusupi oleh Mossad," paparnya. "Kita tahu, perang tahun lalu, Mossad sangat sangat berperan di lapangan karena bisa mengetahui di mana rumah-rumah para jenderal itu sendiri, karena elite-elite politik maupun militer Iran itu biasanya tinggal di wilayah elit di Utara Teheran. Adapun, Mossad atau Lembaga Intelijen dan Operasi Khusus adalah badan intelijen luar negeri nasional Israel yang dibentuk pada 1 April 1951. Lembaga ini berfokus pada spionase, kontra-terorisme, dan aksi rahasia. Mossad juga dikenal sebagai salah satu dinas rahasia paling aktif dan elite di dunia, dengan kepala saat ini David Barnea. Dikutip dari New York Times, citra satelit dari Airbus Defence and Space memperlihatkan bangunan utama di kompleks kediaman Khamenei, yakni Beit-e Rahbari, dalam kondisi hancur total. Selain dikenal sebagai tempat tinggal Khamenei, Beit-e Rahbari juga merupakan lokasi strategis untuk menjamu pejabat-pejabat senior Iran. Berdasarkan foto udara, struktur bangunan yang menjadi kediaman langsung Khamenei beserta perimeter keamanan di sekitarnya tampak telah rata dengan tanah. Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa pola kawah dan dampak ledakan yang terlihat konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster). Senjata jenis ini dirancang khusus untuk menembus lapisan beton bangunan guna menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat. Adapun, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang memicu ledakan di ibu kota Teheran dan peningkatan ketegangan di seluruh kawasan. Tak lama setelah itu, Donald Trump kemudian mengunggah pernyataan video yang mengumumkan operasi tempur AS di Iran, dengan tujuan menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi. Dari laporan lapangan menunjukkan asap tebal mengepul di atas distrik Pasteur, Teheran, yang merupakan lokasi kediaman Khamenei. Otoritas Iran pun segera melakukan pengerahan keamanan besar-besaran di ibu kota. Pihak AS dan Israel menegaskan bahwa operasi ini menargetkan situs-situs militer. Militer Israel juga mengeluarkan peringatan agar warga sipil Iran menjauhi infrastruktur militer demi menghindari korban jiwa. Disebutkan bahwa serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara AS dan Israel. Daftar Pejabat Iran Meninggal Dunia Dilansir AFP, sejumlah anggota keluarga Khamenei dan pejabat Iran meninggal dunia yakni : Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei Komandan IRGC Mayor Jenderal, Mohammad Pakpour Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh Pejabat Intelijen Iran, Saleh Asadi Pejabat Penelitian Iran, Hossein Jabal Amelian Pejabat Penelitian Iran, Reza Mozaffari-Nia Penghubung pertahanan senior Iran, Mohammed Shirazi Putri Khamenei Menantu Khamenei Cucu Khamenei Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa 48 pemimpin Iran tewas dalam serangan AS-Israel itu. "Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih. 48 pemimpin telah lengser sekaligus. Dan prosesnya berlangsung dengan cepat," kata Presiden AS saat berbicara kepada Fox News .