“Cukup Aku Aja yang WNI”: Dari Bahasa Flexing ke Sanksi Sosial

Makna sosial kalimat “cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan” tidak berhenti pada lokusi. Dalam pragmatik, makna sangat ditentukan oleh relasi antara penutur, mitra tutur, dan situasi. #userstory