Panic Buying Isu BBM Langka dalam 20 Hari, Sejumlah SPBU di Sumut Diserbu Warga

GELORA.CO - Sejumlah warga di Sumatra Utara memadati SPBU di beberapa titik diduga karena panic buying, Para pengendara khawatir dengan situasi global yang tengah memanas, khususnya konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah. Antrean kendaraan tampak mengular di SPBU 14.203.161 Diski yang berada di Jalan Binjai Km 16, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (5/3/2026). Antrean bahkan sudah terjadi sejak pagi hari hingga malam. Pantauan Tribun Medan di lokasi, antrean didominasi pengendara sepeda motor, mobil pribadi hingga truk yang menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM). Barisan kendaraan terlihat memanjang hingga keluar dari area SPBU dan meluber ke badan jalan. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Binjai Km 16 sempat melambat karena panjangnya antrean kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM. Jumadi, warga sekitar mengatakan, antrean BBM di SPBU tersebut sudah terjadi sejak pagi. "Dari pagi ini sudah mengular begini antreannya," ujar Jumadi yang rumahnya berada persis di sebelah SPBU 14.203.161 Diski. Beberapa pengendara mengaku sengaja mengisi BBM lebih awal karena khawatir dengan situasi global yang tengah memanas, khususnya konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah. Kekhawatiran tersebut memicu sebagian masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap harga maupun ketersediaan BBM. "Dengar kabar stok BBM menipis, takut ga kebagian BBM. Makanya dibela-belain ngantre," ujar Andika pengendara motor. Tak hanya Andika, ketakutan tak mendapatkan BBM juga dirasakan Dewi. "Besok pagi-pagi saya harus kerja. Bensin di motor tinggal sedikit. Kalau benar akan ada kelangkaan BBM bagaimana? Ga bisa kerja saya," ujar karyawan swasta ini. Dewi mengaku mendapatkan info dari media sosial terkait stok BBM yang menipis. "Banyak seliweran di sosmed. Takut jadinya karena benar-benar butuh kan untuk motor saya," katanya. Antrean di Siantar Antrean BBM juga terjadi di Kota Pematang Siantar terpantau di SPBU 14.211.209 - Jalan Patuan Nagari (Parluasan). Pengendara sepeda motor hingga mobil mulai mengantre di SPBU favorit milik masyarakat dan pedagang Pasar Dwikora ini. Sementara itu, sejumlah SPBU di Siantar terpantau tutup karena BBM habis seperti di SPBU 14.211.205 - Jalan Ahmad Yani dan SPBU SPBU 14.211.277 - Jalan Sisingamangaraja (Dekat Universitas Simalungun). Seorang warga, Yudha, menyebut bahwa mereka berinisiatif membeli BBM usai isu BBM langka dalam 20 hari ke depan merebak akibat dari perang Iran vs AS. Baca juga:  Jaga Pasokan Energi Sampai Lebaran 2026, Pertamina Siagakan 345 Kapal Pengangkut BBM “Jadi saya cek-cek juga SPBU kok betul banyak yang kosong. Jadi kami keliling cari SPBU yang buka. Cuma di sini yang buka (SPBU Parluasan). Berarti isu BBM bakal langka bisa jadi benar,” ujar Yudha. Sementara itu sejumlah pedagang bensin eceran mulai mendagangkan BBM jenis Pertamax. Hal ini terlihat dari beberapa pengecer bensin di Jalan Kartini Pematangsiantar. “Iya bang. Pertalite tadi sore habis. Inilah cuma Pertamax yang ada. Ini kami jual Rp 15 ribu/liter,” ujar pedagang bensin eceran yang kerap memulai jualan pada malam hari. Pertamina Pastikan Distribusi Normal PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat tetap berjalan normal. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya pesan berantai di aplikasi percakapan dan media sosial yang mengimbau masyarakat untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan, bahkan menggunakan jeriken. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar. Ia menjelaskan, hingga saat ini stok BBM untuk wilayah Aceh dan Sibolga serta daerah sekitarnya dalam kondisi aman dan tetap didistribusikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Penyaluran BBM kepada masyarakat saat ini berjalan normal. Stok BBM wilayah Aceh dan wilayah Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (6/3/2026). Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap pesan berantai dari sumber yang tidak jelas. Selain itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama yang berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Pertamina memastikan akan terus menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.