Serangan Iran Lebih Presisi sehingga AS Derita Kerugian Masif, Diduga Ada Keterlibatan Rusia

GELORA.CO  - Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia, divisi operasional Angkatan Bersenjata Iran, menyatakan bahwa serangan rudal dan drone presisi, beberapa hari terakhir, telah menghantam pangkalan militer AS di berbagai negara kawasan. Dalam laporan Tasnim, Iran mengklaim sedikitnya 200 tentara AS tewas atau terluka dalam serangan di Pangkalan Udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab. Selain itu, serangan juga menyasar Armada Kelima AS di Bahrain, yang dilaporkan menewaskan 21 personel militer. Kerugian material yang diderita AS disebut sangat masif, termasuk laporan kehancuran sistem radar pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik Lockheed Martin di tiga negara kawasan. Kehilangan ini dianggap sebagai pukulan telak bagi arsitektur keamanan AS yang selama ini melindungi sekutu utamanya seperti Arab Saudi, UEA, dan Yordania. Hal yang paling mengkhawatirkan bagi pihak Washington adalah laporan mengenai keterlibatan Rusia dalam membantu penyempurnaan target serangan Iran. Mengutip laporan The Washington Post, para pejabat AS menduga Moskow menyediakan data intelijen satelit untuk membantu Iran melacak pergerakan kapal perang dan pesawat tempur AS secara real-time. Analis militer Nicole Grajewski menilai, meski Rusia tidak terlibat secara fisik dalam perang tersebut, kerja sama di bidang intelijen luar angkasa sangat mungkin terjadi pasca penandatanganan perjanjian strategis 20 tahun antara Presiden Masoud Pezeshkian dan Vladimir Putin tahun lalu. Dukungan intelijen Rusia dianggap menjadi kunci bagi Iran untuk tetap melakukan serangan presisi meski kendali komando mereka sempat mengalami gangguan akibat serangan Israel-AS. Respons Gedung Putih Hingga saat ini, Pentagon secara resmi hanya mengakui kematian enam personel militer AS yang seluruhnya berada di Kuwait, serta 18 orang lainnya mengalami luka serius hingga 2 Maret. Namun, pernyataan Presiden Donald Trump baru-baru ini menyiratkan adanya jumlah korban yang lebih besar yang belum diungkap ke publik. "Sayangnya, kemungkinan besar akan ada lebih banyak lagi sebelum ini berakhir. Itulah kenyataannya," ujar Trump dalam konferensi pers di Pentagon seperti dikutipp Middle East Eye. Ketegangan semakin meningkat setelah militer Iran juga menargetkan stasiun CIA yang sebelumnya tidak diungkap ke publik di Riyadh, Arab Saudi. Di Bahrain, serangan rudal Iran bahkan menghantam Hotel Crowne Plaza yang diduga menjadi tempat evakuasi personel militer AS dari pangkalan-pangkalan mereka. Iran menuding AS sengaja menggunakan warga sipil di hotel sebagai "perisai manusia," sementara Bahrain mengecam serangan ke fasilitas sipil tersebut Sumber: Tribunnews