SETELAH menelaah mahluk ajaib yang disebut sebagai kunang-kunang secara biologis di jalur evolusi, kini saya memberanikan diri menelaah lagu Kunang Kunang mahakarya Ismail Marzuki secara musikologis di jalur tata harmoni serta sastramologis di jalur struktur puisi.Naskah sederhana ini diawali permohonan maaf kepada Pak Harto. Saya mengaku bersalah tidak sanggup mematuhi wejangan Pak Harto untuk ojo gumunan. Saya terpaksa gumun terhadap lagu Kunang Kunang yang menurut pendapat saya merupakan maha.. Baca selengkapnya di https://rmol.id/publika/read/2026/03/08/699829/gumun-harmoni-dan-syair-kunang-kunang