Kondisi Israel Usai Rudal Sejjil Iran Menghantam Tel Aviv

GELORA.CO - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan serangan balasan ke Israel dengan operasi kode, "Ya Zahra" pada Minggu (15/3/2026). Gelombang serangan ini menandai penggunaan beberapa rudal canggih, termasuk rudal Sejjil, yang digunakan untuk pertama kali sejak perang dimulai pada akhir Februari. Media Iran, Press TV melaporkan pada hari yang sama bahwa rudal yang digunakan Iran untuk menyerang Israel kali ini tidak hanya Sejjil, melainkan juga Khorramshahr super berat dengan hulu ledak ganda, Kheybar, Qadr, dan Emad. Rudal-rudal tersebut menargetkan pusat komando, kontrol, dan infrastruktur militer penting Israel. Rudal Sejjil yang menggunakan bahan bakar padat, secara khusus disebarkan untuk menimbulkan dampak maksimal terhadap pusat-pusat strategis lawan. Komandan Majid Mousavi, dalam unggahan di akun resminya di X, mengonfirmasi peluncuran rudal Sejjil ini. Kondisi Israel Usai Kena Rudal Sejjil Iran Dampak serangan ini langsung terasa di wilayah Israel. Sirene berbunyi di Tel Aviv, Herzliya, dan setidaknya 141 lokasi lain di wilayah pendudukan. Sirene ini memberi peringatan kepada warga tentang rudal yang telah menyerang wilayah mereka. Serangan ini adalah bagian dari rangkaian balasan Iran terhadap agresi udara yang dilancarkan oleh AS dan Israel sejak 28 Februari. Sejak agresi tersebut, Iran menanggapi dengan cepat melalui serangkaian serangan rudal dan drone, menargetkan wilayah pendudukan Israel serta pangkalan militer AS di negara-negara Timur Tengah. Wilayah Israel tengah menjadi sasaran serangan rudal Iran. Beberapa media Israel, termasuk Haaretz dan The Times of Israel (15/3/2026), melaporkan bahwa rudal Iran menghantam wilayah ini, meskipun awalnya masih belum jelas apakah dampaknya berasal dari serpihan atau benturan langsung. Awalnya, tidak ada laporan cedera serius, namun kemudian diketahui bahwa beberapa orang mengalami luka ringan hingga sedang akibat ledakan dan serpihan. Serangan itu mencakup tujuh gelombang misil yang ditembakkan Iran dari Sabtu malam hingga Minggu pagi, sebagian besar membawa hulu ledak cluster bomb. Menurut layanan penyelamat Magen David Adom (MDA), setidaknya delapan orang terluka. Di Bnei Brak, seorang pria berusia 60-an mengalami luka sedang akibat sebuah cluster bomb yang menghantam apartemen. Di Ramat Gan, seorang pria berusia 70-an mengalami cedera ringan akibat ledakan lain. Dua wanita berusia 46 dan 18 tahun juga terluka ringan di Petah Tikvah. Serangan ini terjadi bersamaan dengan gelombang baru serangan balasan dari Israel, di mana Israel Defense Forces (IDF) menargetkan infrastruktur rezim Iran di wilayah barat negara tersebut. Times of India pada 16 Maret 2026 melaporkan, Rudal Sejjil mendapat julukan “dancing missile” karena kemampuannya yang lincah dan bisa menghindari sistem pertahanan musuh. Secara teknis, Sejjil adalah rudal balistik jarak menengah (MRBM) canggih buatan Iran. Rudal ini menggunakan bahan bakar padat dan memiliki dua tahap, sehingga bisa diluncurkan lebih cepat dibanding rudal bahan bakar cair. Karena itu, musuh sulit mendeteksi atau menghancurkannya sebelum diluncurkan. Sejjil bisa menempuh jarak sekitar 2.000 km dan membawa hulu ledak seberat sekitar 700 kilogram, sehingga bisa mencapai sebagian besar wilayah Timur Tengah. Rudal ini juga bersifat mobile, artinya bisa dibawa dan diluncurkan dari kendaraan bergerak, membuatnya lebih fleksibel.