AKSI brutal penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, kembali menyingkap persoalan klasik dalam demokrasi kita: betapa rapuhnya perlindungan terhadap pembela hak asasi manusia. Peristiwa tersebut bukan sekadar tindakan kriminal individual, melainkan sebuah cermin dari problem yang lebih akut, yakni relasi antara impunitas dan mandeknya reformasi sektor keamanan.Hasil rekaman CCTV yang sudah tersebar luas, terlihat jelas ke.. Baca selengkapnya di https://rmol.id/publika/read/2026/03/17/700844/impunitas-dan-ujian-reformasi-polri