Selama ini, kokpit pesawat tempur maupun latih kerap dibayangkan sebagai ruang maskulin, identik dengan ketegasan, keberanian, dan dominasi laki-laki. Seolah-olah langit memiliki batas tak tertulis tentang siapa yang boleh dan pantas mengendalikannya. Namun, bayangan itu

Selama ini, kokpit pesawat tempur maupun latih kerap dibayangkan sebagai ruang maskulin, identik dengan ketegasan, keberanian, dan dominasi laki-laki. Seolah-olah langit memiliki batas tak tertulis tentang siapa yang boleh dan pantas mengendalikannya. Namun, bayangan itu