BAYANGKAN dunia ini seperti manusia raksasa. Perutnya industri, paru-parunya perdagangan, dan jantungnya energi. Nah, Selat Hormuz itu bukan lagi sekadar urat nadi, ia sudah jadi leher. Sekarang, leher itu sedang dicekik pelan-pelan, sambil diajak bercanda pahit.Lebarnya cuma 33 kilometer di titik tersempit. Tapi tiap hari, sebelum 2026 datang membawa sial, sekitar 20 juta barel minyak lewat situ. Itu 20-25 persen perdagangan minyak laut global. LNG? Tambah lagi 20 persen. Data International Ene.. Baca selengkapnya di https://rmol.id/publika/read/2026/03/23/701391/selat-hormuz-senjata-pamungkas-iran