REPUBLIK MERDEKA
INSIDEN penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus beberapa pekan silam bukan hanya mengoyak semangat membangun demokrasi dan menegakkan hak asasi manusia (HAM) di negeri ini, tapi juga membuka realitas empirik baru mengenai dugaan adanya keterlibatan intelijen negara di balik insiden tersebut.Pernyataan ini bukan tuduhan tanpa basis argumentasi yang jelas, melainkan sebuah konklusi logis yang akan ditarik oleh siapa pun mer.. Baca selengkapnya di https://rmol.id/publika/read/2026/03/28/701841/insiden-air-keras-dan-momentum-reformasi-intelijen-negara
Go to News Site