Collector
Giriş Yap
Ogah Perang Lagi dengan Iran, Trump Ingatkan Netanyahu: Jika Terus Menyerang, Anda akan Diisolasi | Collector
Ogah Perang Lagi dengan Iran, Trump Ingatkan Netanyahu: Jika Terus Menyerang, Anda akan Diisolasi

Ogah Perang Lagi dengan Iran, Trump Ingatkan Netanyahu: Jika Terus Menyerang, Anda akan Diisolasi

GELORA.CO -- Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios pada Senin bahwa ia telah memperingatkan Benjamin Netanyahu jika terus menyerang Iran, maka perdana Menteri Israel itu akan semakin diisolasi dunia. Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah negosiasi damai dengan Iran. “Saya berkata, ‘Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan segera sendirian,’” kata Trump kepada reporter Axios dan kontributor CNN, Barak Ravid. Trump mengakui bahwa Israel telat memberitahu Amerika Serikat tentang serangan terhadap Iran pada Ahad. Serangan itu kini telah berhenti, tapi Netanyahu memberi sinyal bahwa operasi militer dapat dilanjutkan. Sikap Trump yang sedikit berseberangan dengan Israel itu disampaikan di tengah proses negosiasi alot bersama Iran. Trump sepertinya tak ingin gagal lagi dalam mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran Trump mengatakan lima negara regional mendesaknya untuk campur tangan dengan Netanyahu menyusul serangan baru-baru ini. “Negara-negara ini sangat prihatin. Mereka menyukai kesepakatan yang telah kami negosiasikan,” kata Trump, tanpa menyebutkan negara mana yang menghubunginya. Para pejabat Iran, kata Trump, juga menghubunginya. Trump mengatakan bahwa mereka akan berhenti menembak jika Israel mundur. “Mereka menghubungi kami dan mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan serangan lagi dan meminta kami untuk memberi tahu Israel agar tidak melakukan serangan lagi,” kata Trump kepada Axios. Seperti dilansir CNN, Israel sejatinya sedang bersiap untuk melancarkan serangan besar ke Teheran pada Senin hari yang sama ketika Presiden AS Donald Trump menelepon Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. "Trump meminta Netanyahu menunda serangan balasan lebih lanjut," demikian menurut sumber Israel dan seorang pejabat AS yang mengetahui masalah tersebut. Intervensi tersebut tampaknya berhasil. Netanyahu kemudian mengumumkan bahwa Israel telah menghentikan serangan terhadap Iran untuk sementara waktu. Itu adalah panggilan telepon kedua Trump kepada Netanyahu dalam beberapa jam. Dalam percakapan sebelumnya, Trump juga mengarahkan pemimpin Israel itu untuk menghentikan serangan sebagai tanggapan terhadap rentetan rudal yang ditembakkan Iran ke arah Israel. Netanyahu menolak dalam panggilan pertama, yang terjadi pada Ahad malam waktu bagian timur. "Sebaliknya, ia bersikeras Israel harus menanggapi serangan Iran," kata sumber Israel tersebut. Trump mengatakan kepada Netanyahu agar membatasi respons terhadap Iran untuk menghindari eskalasi. Setelah itu, Israel menargetkan situs-situs di Iran yang termasuk fasilitas petrokimia penting. Nada percakapan tidak sepanas panggilan antara kedua pemimpin negara itu terjadi pekan lalu lalu. Panggilan itu berujung pada reaksi Trump yang mengumpat Netanyahu. Dalam kedua percakapan telepon terakhir tersebut, Trump menekankan keyakinannya bahwa kesepakatan dengan Iran berada pada tahap akhir negosiasi.Trump mengatakan kembali berperang dapat menghambat upaya untuk menyelesaikan konflik secara diplomatis.

Go to News Site