GELORA NEWS
GELORA.CO - Seorang oknum guru berinisial IK (35) kepergok menawarkan jasa seksual sesama jenis di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan pada Kamis (26/3/2026) malam. Pelaku membagikan selembaran kertas berisi tarif oral seks untuk pelajar hingga orang dewasa dengan kisaran harga Rp20 ribu hingga Rp100 ribu. Usai kejadian tersebut, pihak yayasan tempat pelaku mengajar di Sawangan, Depok langsung memanggilnya pada Jumat (27/3/2026) sore. Perwakilan Yayasan, Jarkasih mengaku, pelaku mengakui semua perbuatannya saat diinterogasi. Faktor ekonomi menjadi alasan pelaku menawarkan jasa seksual kepada orang-orang. “Bahasanya mungkin maaf ya, tulang punggung atau apa gitu kan,” kata Jarkasih saat ditemui pada Senin (30/3/2026). “Ya, broken home, bapaknya sudah cerai sama ibunya, dia ikut ibunya,” sambungnya. Kepada Jarkasih, pelaku bersumpah hanya menawarkan jasa seksual di luar lingkungan sekolah. Bahkan, pelaku menegaskan masih memiliki keinginan normal untuk menikah dan memiliki anak di masa depan. Saat ini, pihak Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Kota Depok, bersama pihak kepolisian telah mendatangi sekolah tempat pelaku mengajar. Oknum guru tersebut juga mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus) sejak tahun 2014. Saat ini pihak yayasan telah memecat oknum guru itu dari pekerjaannya sebagai guru bahasa Inggris dan operator sekolah. Pelaku mengaku tidak pernah menawarkan jasa seksual di lingkuangan sekolah. Oknum guru itu diketahui sedang menawarkan jasa seksual di Pamulang, Tangerang Selatan, hingga ditangkap warga. Dalam aksinya, pelaku menyebarkan selembaran kertas berisi jasa oral seks untuk pelajar, mahasiswa dan orang dewasa dengan harga mulai Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu. Seketika itu warga langsung mengamankan pelaku dan melakukan interogasi. Dari hasil interogasi, pelaku diduga pengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan merupakan guru di Depok, Jawa Barat. Kasus tersebut menjadi viral usai diunggah oleh warga melalui akun Instagram Sumber: Wartakota
Go to News Site