GELORA NEWS
GELORA.CO - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi baru-baru ini menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya, daerah Banjarsari, Kota Surakarta, Rabu, 1 April 2026. Pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam itu, antara lain membahas soal dinamika kawasan yang terjadi di Timur Tengah hingga dampak bagi kemanusiaan di seluruh dunia. Terkait itu, analis kebijakan publik Muhammad Said Didu membuat pernyataan satire dalam cuitannya di akun media X pribadinya, dikutip Kamis malam, 2 April 2026. “Dubes Iran sepertinya tahu siapa yang masih penguasa nyata di Indonesia. Makanya yang didatangi adalah Jokowi setelah mendatangi JK dan Megawati,” tulis Said Didu. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu lantas menyindir sikap pemerintahan sekarang yang dianggap takut terhadap hegemoni Amerika Serikat (AS) dan Israel. “Atau memang Iran sudah tahu siapa sudah tidak bisa jadi “teman” karena takut sama musuh Iran (AS + Israel),” tandasnya. Dubes Boroujerdi dalam pertemuan dengan Jokowi menyampaikan laporan komprehensif mengenai kondisi lapangan terkini, termasuk penjelasan berbagai serangan terhadap kawasan sipil, infrastruktur vital, dan fasilitas ekonomi di Iran. Ia turut mengutarakan keprihatinan atas dampak kemanusiaan dan keamanan imbas serangan ke negaranya. Iran bergejolak usai Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan negara tersebut pada 28 Februari. Operasi itu menyebabkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga sipil. Sumber: rmol
Go to News Site