REPUBLIK MERDEKA
Kebocoran dan rentetan kasus suap dan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tidak boleh diabaikan.Demikian dikatakan Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus dalam keterangannya, dikutip Sabtu 4 April 2026.Iskandar juga menyoroti bahwa dampak kebocoran tidak hanya terjadi pada penerimaan kepabeanan dan cukai, tetapi juga merembet ke sektor lain seperti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) layanan dan pajak dalam rantai perdagangan, term.. Baca selengkapnya di https://rmol.id/nusantara/read/2026/04/04/702654/iaw-peringatkan-potensi-kebocoran-lebih-besar-di-bea-cukai
Go to News Site