REPUBLIK MERDEKA
Industri petrokimia di Asia kini menempati posisi paling berisiko akibat potensi gangguan logistik energi di Selat Hormuz.Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap pasokan dari Timur Tengah menjadikan sektor ini sangat sensitif terhadap gejolak geopolitik di kawasan tersebut.Para analis dari Oxford Economics menyoroti bahwa sektor petrokimia memiliki karakteristik kerentanan yang berbeda dibandingkan industri manufaktur lainnya.Industri petrokimia memiliki ketergantungan yang unik dibanding se.. Baca selengkapnya di https://rmol.id/bisnis/read/2026/04/04/702669/bukan-sekadar-minyak-jalur-selat-hormuz-juga-penentu-nasib-industri-plastik-asia
Go to News Site