Collector
Mata-mata Rusia Bongkar Proyek Senjata Nuklir Rahasia Uni Eropa, Bisa Ancam Dunia | Collector
Mata-mata Rusia Bongkar Proyek Senjata Nuklir Rahasia Uni Eropa, Bisa Ancam Dunia
GELORA NEWS

Mata-mata Rusia Bongkar Proyek Senjata Nuklir Rahasia Uni Eropa, Bisa Ancam Dunia

GELORA.CO - Ketegangan global memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia atau SVR mengeluarkan pernyataan mengejutkan berdasarkan hasil penyelidikan pihaknya yang menuding bahwa Uni Eropa (UE) tengah mengeksplorasi langkah rahasia untuk mengembangkan kemampuan senjata nuklir mandiri secara rahasia. Rusia juga menyebut ambisi ini sebagai bentuk kegilaan politik yang mengancam arsitektur keamanan internasional. Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui kantor berita pemerintah Rusia yakni TASS, disebutkan bahwa Intelijen Rusia atau SVR menemukan bahwa di koridor markas besar UE di Brussels, para pejabat Uni Eropa menyusun strategi produksi senjata pemusnah massal dengan dalih menangkal ancaman dari Rusia. Moskow bahkan menyeret nama Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dengan menyebut ambisinya menyerupai pemimpin Jerman Nazi saat memicu Perang Dunia II. "Para pemimpin Uni Eropa telah mencapai titik terendah dari kegilaan dan ketidaktanggungjawaban politik mereka yang berakar pada kebencian abnormal terhadap Rusia," tulis pernyataan SVR, Rabu (8/4/2026). "Pekerjaan rahasia telah dimulai di koridor markas besar Uni Eropa untuk mempelajari cara-cara untuk membangun kemampuan produksi senjata nuklir, sementara para pejabat Uni Eropa mengklaim satu-satunya tujuan adalah untuk mencegah ancaman Rusia fiktif," kata SVR. Soroti Kecepatan Teknologi Jerman Salah satu poin paling krusial dalam laporan intelijen tersebut adalah kemampuan teknis negara-negara anggota UE, khususnya Jerman. Rusia mengklaim bahwa pakar Jerman mampu memperoleh plutonium tingkat senjata yang cukup untuk satu perangkat nuklir hanya dalam waktu satu bulan melalui laboratorium penelitian di Karlsruhe, Dresden, Erlangen, dan Julich. Selain itu, fasilitas pengayaan di Gronau disebut mampu menghasilkan uranium tingkat senjata hanya dalam waktu satu minggu. SVR menuding bahwa UE sengaja bersembunyi di balik 'payung nuklir' Amerika Serikat hanya untuk membeli waktu guna membangun kapasitas nuklir independen mereka sendiri. "Para ahli Jerman mampu secara diam-diam memperoleh plutonium tingkat senjata yang cukup untuk perangkat nuklir dalam waktu sekitar satu bulan di laboratorium penelitian di Karlsruhe, Dresden, Erlangen, dan Julich, dan uranium tingkat senjata di fasilitas pengayaan Gronau dalam waktu seminggu," kata SVR. Menurut SVR, Brussel telah memilih jalan berbahaya yang dapat merusak keamanan global dan sistem internasional untuk mencegah penyebaran senjata pemusnah massal. Peringatan Perlombaan Senjata Baru Berdasar data SVR itu, Rusia mendesak pemerintah Amerika Serikat dan otoritas global lainnya untuk segera bertindak mencegah ambisi nuklir Uni Eropa. Menurut Moskow, jika Brussels berhasil memiliki senjata nuklir, hal itu akan memicu putaran baru perlombaan senjata nuklir global yang tidak terkendali dan meruntuhkan sistem non-proliferasi internasional. "Kami mendesak administrasi AS dan semua pemerintah untuk melakukan segala kemungkinan guna menghentikan Uni Eropa memperoleh senjata nuklir," tegas penutup pernyataan intelijen Rusia tersebut. Pernyataan Intelijen Rusia soal nuklir rahasia Uni Eropa ini juga dimuat di media kantor berita Iran Tasnim News. Iran tampaknya ingin menunjukkan pada AS dan Trump, bahwa sebenarnya bukan mereka lah yang sedang membuat senjata nuklir tetapi ada pihak lain, berdasar mata-mata Rusia. Hingga berita ini diturunkan, pihak Uni Eropa belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan serius dari Moskow ini.

Go to News Site