Collector
Politikus PKS Habib Aboe Dipanggil MKD Gegara Tuding Ulama Madura Terlibat Narkoba | Collector
Politikus PKS Habib Aboe Dipanggil MKD Gegara Tuding Ulama Madura Terlibat Narkoba
GELORA NEWS

Politikus PKS Habib Aboe Dipanggil MKD Gegara Tuding Ulama Madura Terlibat Narkoba

GELORA.CO - Prahara ujaran berbau fitnah dan mendiskreditkan warga Madura yang dilontarkan Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsyi berbuntut panjang, bahkan semakin memanas. Setelah muncul kecaman keras dan rencana pelaporan ke kepolisian yang hendak diajukan Ormas Madas Nusantara pimpinan KRH. HM. Jusuf Rizal, kini Aboe Bakar Al Habsyi alias Habib Aboe harus menghadapi proses di Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Habib Aboe telah mendapat surat panggilan dari MKD DPR RI untuk mempertanggungjawabkan ucapannya, yang mengatakan Ulama dan Pesantren di Madura terlibat jaringan narkoba dan mendapat cuan dari bisnis narkoba. Proposal Overflight AS Harus Dijawab dengan Grand Strategy dan Modernisasi Pertahanan Udara Forum Jamsos Ingatkan Direksi BPJS TK Waspadai Ketahanan Dana Jamsos Akibat Perang Iran-AS PMJ Pelajari Kasus Pelecehan Seksual di Kampus “Bersama ini kami sampaikan bahwa sehubungan dengan maraknya pemberitaan yang menjadi perhatian masyarakat terkait pernyataan Saudara (Habib Aboe Bakar) tentang keterkbatan ulama dan pesantren di Madura dalam pusaran narkoba,” demikian surat panggilan yang ditandatangani Wakil Ketua MKD DPR, R.H. Imron Amin, pada 13 April 2026. Dalam surat itu ditegaskan bahwa surat panggilan ini berdasarkan verifikasi yang telah dilakukan oleh MKD tentang ucapan Habib Aboe. “Berdasarkan hasil verifikasi perkara, Mahkamah Kehormatan Dewan DPR Ri memanggil Saudara untuk hadir dalam Rapat Mahkamah Kehormatan Dewan yang akan dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, Pukul 10 00 WIB di Ruang Sidang MKD, Gd Nusantara Lt. 1,” demikian dijelaskan dalam surat tersebut. Selain surat pemanggilan dari MKD DPR, Habib Aboe juga akan dilaporkan oleh Ormas Madas Nusantara ke polisi. Ketua Umum Ormas Madas Nusantara KRH..HM. Jusuf Rizal mengaku mendapat dorongan dan aspirasi dari warga Madura yang emosi karena ucapan Habib Aboe mencemarkan marwah Madura. “Pernyataan Aboe Bakar itu tidak bisa ditolelir karena disampaikan dalam forum resmi. Ia harus mempertanggungjawabkan dan membuktikan ucapannya,” tegas KRH.HM.Jusuf Rizal, SH yang juga Inisiator/Penggagas Badan Musyawarah (BAMUS) Madura, kepada media di Jakarta, Senin (14/4/2026). Ketum Ormas Madas Nusantara KRH. HM. Jusuf Rizal vs Politikus PKS Aboe Bakar Al Habsy. Ucapan Habib Aboe memang cenderung merendahkan dan menuduh ulama dan pondok pesantren di Madura sebagai jaringan narkoba. Padahal Madura dikenal sangat religius dan memegang prinsip keagamaan. Lebih parah lagi, ucapan itu disampaikan dalam forum resmi, yaitu saat rapat Komisi III DPR dengan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto pada Selasa (7/4/2026) membahas jaringan narkoba. “Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa? Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuannya banyak, bukan dikit,” ucap Habib Aboe.

Go to News Site