GELORA NEWS
GELORA.CO - Kedutaan Besar Iran telah membagikan sebuah video yang dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengejek Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Video tersebut menampilkan sosok Yesus Kristus yang melemparkan Trump ke dalam neraka, sebagai respons atas unggahan Trump yang menggambarkan dirinya sebagai figur Mesianik. Video tersebut dimulai dengan menampilkan gambar asli yang dibagikan Trump di platform Truth Social awal pekan ini. Gambar itu memperlihatkan Trump sebagai sosok seperti Yesus yang sedang menyembuhkan seorang pria. Dalam video AI buatan tersebut, Yesus kemudian muncul sambil melayang turun ke arah Trump, dikelilingi oleh elang botak. “Penghakimanmu telah tiba,” kata Yesus dalam video itu. AI Trump terlihat ketakutan dan berteriak, “Apa ini? Tidak!” Selanjutnya, Yesus meninju wajah Trump hingga darah menyembur dari hidungnya, sebelum akhirnya Trump jatuh ke dalam lubang api neraka. pic.twitter.com/JfIzjX1Glx — Iran Embassy in Tajikistan (@IRANinTJ) April 14, 2026 Sebelumnya, Trump sempat membela unggahannya saat ditanya oleh wartawan. Ia mengklaim bahwa gambar tersebut memang dirinya sendiri. “Itu bukan penggambaran. Itu saya. Saya memang mempostingnya, dan saya pikir itu saya sebagai seorang dokter,” katanya. Unggahan Trump itu menuai kecaman keras dari para pengguna Truth Social. Banyak yang menyebutnya sebagai ‘Antikristus’ dan menuduhnya melakukan penistaan agama. Akibatnya, Trump kemudian menghapus unggahan kontroversial tersebut. Selain karena gambar tersebut, Trump juga dikecam oleh umat Kristen karena perseteruannya dengan Paus Leo XIV. Trump sempat mengatakan bahwa Paus “tidak melakukan pekerjaan dengan baik”. Presiden Iran Masoud Pezeshkian pun ikut campur dalam perseteruan antara Trump dan Paus Leo untuk membela pemimpin Katolik tersebut. Melalui akun X (Twitter) miliknya, Pezeshkian menyatakan bahwa ia “mengutuk” klaim Trump yang menyebut Paus tidak melakukan pekerjaan dengan baik. “Saya mengutuk penghinaan terhadap Yang Mulia atas nama bangsa Iran yang agung, dan menyatakan bahwa penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka. Saya mendoakan kemuliaan bagi Anda demi Allah,” tulis Pezeshkian. Sebelumnya, Paus Leo XIV juga sudah angkat bicara menyikapi unggahan gambar Trump yang menggambarkan dirinya sebagai Yesus Kristus. Trump pertama kali mengecam Paus Leo di Truth Social dengan mengatakan bahwa Paus Amerika pertama itu harus “berhenti menuruti keinginan Kiri Radikal”. Paus Leo membantah klaim tersebut dan menyatakan kepada Reuters bahwa ia berencana untuk terus berbicara menentang perang. Kepada wartawan, ia mengatakan: “Saya tidak ingin berdebat dengannya.” “Saya tidak berpikir bahwa pesan Injil dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan beberapa orang. Saya akan terus berbicara lantang menentang perang, berupaya mempromosikan perdamaian, mempromosikan dialog dan hubungan multilateral di antara negara-negara untuk mencari solusi yang adil bagi masalah,” tegas Paus Leo.
Go to News Site