Collector
Pengakuan Korban Pelecehan Syekh AM: Katanya 'Nabi saja Melakuin Hal Itu dengan Ali bin Abi Thalib' | Collector
Pengakuan Korban Pelecehan Syekh AM: Katanya 'Nabi saja Melakuin Hal Itu dengan Ali bin Abi Thalib'
GELORA NEWS

Pengakuan Korban Pelecehan Syekh AM: Katanya 'Nabi saja Melakuin Hal Itu dengan Ali bin Abi Thalib'

GELORA.CO - Kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry kembali mencuat. Kali ini, pengakuan para korban membuka detail yang lebih mengejutkan—mulai dari modus pendekatan hingga dugaan tindakan yang terjadi di tempat yang tak terduga. Perwakilan korban, Ustaz Abi Makki, mengungkap bahwa kasus ini sebenarnya sudah pernah ditangani secara internal sejak 2017. Saat itu, pelaku disebut telah meminta maaf di hadapan para guru. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk! "Dia minta maaf dan tidak mengulangi. Setelah itu tidak ada lagi kelanjutannya," kata Ustaz Abi Makki, mengutip tayangan Youtube, Kamis 16 April 2026. Namun, fakta baru muncul setelah Oki Setiana Dewi melakukan wawancara dengan salah satu korban. Dari situ terungkap bahwa dugaan perilaku serupa ternyata kembali terjadi. "Ustazah Oki itu langsung sampaikan ke kami, simpel jawabannya, 'ternyata dia belum sembuh'," ujar Ustaz Abi Makki. Sedikitnya lima korban laki-laki teridentifikasi, seluruhnya merupakan santri yang telah menghafal minimal 10 juz Alquran. Mereka diduga menjadi target melalui pendekatan yang awalnya terlihat meyakinkan. Modus Beasiswa hingga Penyalahgunaan Kepercayaan Abi Makki menjelaskan, pelaku kerap memulai pendekatan dengan menawarkan kesempatan belajar ke luar negeri, khususnya ke Mesir—impian banyak santri. "Disampaikan bahwa, mau gak belajar ke ke Mesir? Ya namanya santri, harapannya pengin lah belajar di Timur Tengah. Ataupun kalau dengan hafiz Quran bersanad, sanad itu ke Rasulullah. Kan ada suatu kebanggaan," cerita Ustaz Abi Makki. Namun, kepercayaan tersebut berubah menjadi keterkejutan saat tindakan yang tidak pantas mulai terjadi. "Ketika terjadi seperti itu, kaget. Kenapa ini kok seorang panutan melakukan hal ini?" tutur ulama yang akrab disapa Abi tersebut. Bawa Nama Nabi untuk Membenarkan Tindakan Salah satu hal yang paling disorot dari pengakuan korban adalah dugaan penggunaan narasi agama oleh pelaku untuk meredam penolakan. "(kata Syekh Ahmad Al Misry ke korban) 'Rasulullah saja melakukan hal ini dengan Ali bin Abi Thalib," ucap Ustaz Abi Makki sambil menangis. "(Ucapan) Itu yang membuat kami tidak bisa menerimanya," imbuhnya. Tak hanya itu, korban juga mengaku pernah diajak menyaksikan tayangan tidak senonoh dengan pembenaran yang dinilai tidak masuk akal. "Ada beberapa korban yang diajak menyaksikan tayangan yang tidak baik. Setelah itu, 'Kok nonton ini?' Jawabannya, 'Kalau Imam Syafi'i ada, dia juga pasti nonton ini gitu.' Ini ngeri sekali, ini sama sekali tidak diterima. Seperti itu, ngeri sekali," tutur Ustaz Abi Makki. Terjadi di Beberapa Lokasi, Termasuk Tempat Ibadah Saat ditanya mengenai bentuk pelecehan, Abi Makki memilih tidak merinci karena dinilai terlalu sensitif untuk diungkapkan secara terbuka. "Pelecehan yang tak layak diungkap. Pokoknya sampai pelakunya itu, bahasa halusnya klimaks lah," ucap Ustaz Abi Makki. Yang lebih mengejutkan, beberapa kejadian disebut berlangsung di lokasi yang seharusnya menjadi tempat aman, termasuk rumah ibadah. "Yang paling mengerikan itu di tempat ibadah itu," katanya. Pengakuan para korban ini pun memicu keprihatinan luas. Selain dugaan tindakan pelecehan itu sendiri, penggunaan simbol dan narasi agama untuk membenarkan perilaku menyimpang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kepercayaan. Kini, publik menanti langkah lanjutan untuk memastikan keadilan bagi para korban sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Go to News Site