GELORA NEWS
GELORA.CO - Perayaan ulang tahun Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menuai sorotan. Momen tersebut dibandingkan dengan perayaan ulang tahun Ketua Komisi IV DPR Siti Hediarti Soeharto atau Titiek Soeharto yang berlangsung pada tanggal yang sama, 14 April. Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai terdapat kontras mencolok dari cara keduanya merayakan hari spesial tersebut. "Perayaan ultah Seskab Teddy menunjukkan terlalu berlebihan, kesan mewah, amat diekspos, malah tidak mencerminkan keprihatinan atas kondisi rakyat dalam situasi ekonomi saat ini," ujar Efriza saat dihubungi Inilah.com di Jakarta, Jumat (17/4/2026) malam. Ia menilai, perayaan yang dilakukan di luar negeri juga memunculkan kesan jarak antara elite dan masyarakat. "Juga terlihat kesan jauh, mungkin juga enggan bersama rakyat alias berjarak dengan rakyat, karena dirayakan di negeri orang. Kesan peduli dengan rakyat, efisiensi anggaran, malah menjauh, yang ada hanya kesan bahwa Presiden Prabowo sangat dekat dengan Teddy, karena loyalitasnya," lanjutnya. Menurut Efriza, perayaan ulang tahun Teddy bertolak belakang dengan gaya sederhana yang ditunjukkan Titiek Soeharto di Kompleks DPR. "Perayaan Ultah Seskab Teddy pesannya jadi ambigu dari Istana, seperti di satu sisi, ekspos besar-besaran terhadap perayaan Teddy bisa dibaca sebagai upaya membangun citra kedekatan kekuasaan dengan figur tertentu, bahkan mungkin menegaskan posisi dan pengaruh penting Teddy di lingkar inti pemerintahan," jelasnya. Ia menambahkan, dalam konteks kondisi ekonomi dan dorongan efisiensi anggaran, perayaan tersebut justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif di publik. "Jika situasi seperti ini terus terjadi dan diumbar, maka publik akan menilai pemerintahan kurang empati terhadap kondisi masyarakat," ungkapnya. Efriza juga menilai gaya sederhana yang ditunjukkan Titiek memberi kesan berbeda di mata publik. "Padahal, posisi Bu Titiek lebih kuat ke Prabowo, karena mantan istrinya dan anggota DPR, artinya Bu Titiek simbol sosok yang dekat dengan rakyat, sedangkan Teddy yang menemani Prabowo malah membawa sentimen negatif bahkan membawa sentimen misalnya Prabowo kurang berempati terhadap masyarakat," tuturnya. Ia mengingatkan, perbedaan mencolok tersebut dapat berdampak pada konsistensi pesan pemerintah. "Sisi Prabowo yang sangat sederhana malah hilang, karena kesan ingin menyenangkan Teddy semata," tandasnya. Sebagai informasi, Titiek merayakan ulang tahun secara sederhana di Kompleks DPR usai rapat Komisi IV, ditemani putranya Ragowo Hediprasetyo atau Didit Prabowo serta sejumlah mitra komisi. Perayaan dilakukan dengan pemotongan tumpeng dan tiup lilin. Sementara itu, Teddy merayakan ulang tahun di beberapa lokasi, mulai dari hotel hingga dalam penerbangan. Saat berada di Paris, ia merayakan di Four Seasons Hotel George V, salah satu hotel prestisius. Rombongan Presiden Prabowo diketahui menempati tipe kamar Signature Royal Suite dengan kisaran harga Rp300 juta hingga Rp500 juta per malam. Selain itu, Teddy juga mendapat kejutan ulang tahun dari pramugari saat perjalanan dinas menuju Paris, Prancis.
Go to News Site