REPUBLIK MERDEKA
Pemulihan produksi energi di Timur Tengah pasca-konflik diprediksi memerlukan waktu sekitar dua tahun.Kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol mengungkapkan, durasi normalisasi ini akan bervariasi di tiap negara bergantung pada kondisi infrastruktur masing-masing.Di Irak, misalnya, akan memakan waktu jauh lebih lama dibandingkan di Arab Saudi. Namun, kami memperkirakan secara keseluruhan akan membutuhkan sekitar dua tahun untuk kembali ke tingkat sebelum perang, terangnya, dalam waw.. Baca selengkapnya di https://rmol.id/bisnis/read/2026/04/18/704238/iea-pemulihan-produksi-energi-timur-tengah-butuh-waktu-dua-tahun
Go to News Site