REPUBLIK MERDEKA
Kasus dugaan suap impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa dibaca secara dangkal hanya dari siapa pelakunya.Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus menilai publik selama ini terlalu fokus mencari nama besar untuk disalahkan, padahal akar masalahnya ada pada sistem.Dalam kasus besar, nama hanyalah permukaan. Di bawahnya ada sistem yang membiarkan praktik itu tumbuh subur, kata Iskandar dalam keterangan.. Baca selengkapnya di https://rmol.id/hukum/read/2026/04/21/704486/kasus-suap-impor-iaw-jaringan-lama-kuasai-lini-bawah
Go to News Site