Collector
Isu Panas di Balik Pintu Istana: Benarkah Pangkopassus Murka Usai Ditegur Presiden? | Collector
Isu Panas di Balik Pintu Istana: Benarkah Pangkopassus Murka Usai Ditegur Presiden?
GELORA NEWS

Isu Panas di Balik Pintu Istana: Benarkah Pangkopassus Murka Usai Ditegur Presiden?

GELORA.CO - Beredar kabar mengejutkan yang menyeret nama Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Djon Afriandi, dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Informasi yang viral di media sosial menyebutkan adanya insiden tegang di lingkungan Istana beberapa hari lalu. Dalam unggahan yang beredar di Threads , disebutkan bahwa peristiwa bermula dari agenda pertemuan antara Djon Afriandi dan Presiden Prabowo yang dijadwalkan berlangsung selama 30 menit. Namun, situasi tak berjalan sesuai rencana. Menurut narasi yang beredar, setibanya di Istana, Djon Afriandi justru diminta menunggu di ruang tamu oleh pihak protokoler. Ia disebut telah menunggu sekitar 20 menit, menyisakan waktu pertemuan yang sangat terbatas. Ketika Presiden Prabowo keluar dari ruang kerjanya dan melihat sang jenderal masih berada di ruang tunggu, suasana dikabarkan langsung memanas. Presiden disebut menegur keras Djon Afriandi karena dianggap tidak segera masuk sesuai jadwal pertemuan. Teguran itu bahkan dikabarkan berlanjut hingga ke dalam ruang kerja Presiden. Situasi ini, menurut sumber yang belum terverifikasi, memicu emosi Djon Afriandi. Setelah pertemuan selesai, ia disebut keluar ruangan dalam kondisi marah dan mencari seorang ajudan Presiden yang diduga bertanggung jawab atas pengaturan waktu tersebut. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa ajudan tersebut langsung ditampar tanpa banyak percakapan. Sosok ajudan yang disebut dengan julukan “bunted” itu diklaim berasal dari Kopassus dan merupakan junior dari Djon Afriandi. Namun demikian, penting untuk dicatat bahwa seluruh informasi ini masih sebatas rumor yang beredar di media sosial dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait. Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari Djon Afriandi maupun pihak Istana terkait kebenaran kejadian tersebut. Tim redaksi juga belum memperoleh kepastian mengenai identitas ajudan yang disebut dalam kabar tersebut. Di luar isu yang beredar, Djon Afriandi dikenal sebagai lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1995 dengan rekam jejak panjang di satuan elite. Kariernya meliputi berbagai posisi strategis, mulai dari Komandan Batalyon hingga Danjen Kopassus sebelum akhirnya menjabat sebagai Pangkopassus pada 2025. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi di tengah derasnya arus kabar di media sosial. Publik diimbau untuk tetap kritis dan menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik kesimpulan.***

Go to News Site