GELORA NEWS
GELORA.CO - Persediaan rudal-rudal militer Amerika Serikat (AS) terkuras secara signifikan akibat perang melawan Iran. Ini menjadi peringatan bagi AS jika terjadi konflik lainnya di masa depan. Laporan think tank Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS)terbaru mengungkap, selama perang 7 minggu, militer AS menggunakan sekitar 45 persen rudal Precision Strike Missiles (PSM), setidaknya setengah rudal pertahanan THAAD, dan hampir 50 persen rudal pertahanan Patriot. CNN mengungkap, angka-angka tersebut sesuai dengan perkiraan Departemen Pertahanan (Pentagon). Selain itu militer AS telah menggunakan sekitar 30 persen dari total persediaan rudal jelajah Tomahawk, lebih dari 20 persen rudal Joint Air-to-Surface Standoff Missiles, dan sekitar 20 persen dari rudal SM-3 dan SM-6. Pentagon memang telah menandatangani kontrak untuk meningkatkan produksi rudal pada awal 2026. Namun pemulihan kembali persediaan rudal tersebut bisa memakan waktu 3 hingga 5 tahun sekalipun aktivitasnya ditingkatkan. Meski demikian, dalam jangka pendek, AS kemungkinan besar masih memiliki cukup amunisi untuk mendukung operasi militer melawan Iran jika gencatan senjata runtuh. Hal yang menjadi catatan, persediaan senjata saat ini tidak mencukupi untuk konflik dengan musuh yang miliki kekuatan hampir setara seperti China. “Pengeluaran amunisi yang tinggi menciptakan celah kerentanan yang meningkat di Pasifik Barat,” kata Mark Cancian, veteran Korps Marinir AS yang juga salah satu penulis laporan CSIS, kepada CNN. Dia menambahkan, butuh waktu 1 hingga 4 tahun untuk mengisi kembali persediaan tersebut, bahkan beberapa tahun setelah itu untuk memperluasnya ke tingkat persediaan yang dibutuhkan. Sementara itu Juru Bicara Pentagon Sean Parnell, saat dikonfirmasi CNN, menegaskan militer memiliki semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas pada waktu dan tempat yang telah ditentukan Presiden AS. “Sejak Presiden (Donald) Trump menjabat, kami telah melaksanakan berbagai operasi yang sukses di seluruh komando tempur sambil memastikan militer AS memiliki persenjataan kemampuan yang mumpuni untuk melindungi rakyat dan kepentingan kita,” katanya Sumber: inews
Go to News Site