Collector
Sopir Taksi Green SM Diciduk Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur | Collector
Sopir Taksi Green SM Diciduk Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur
GELORA NEWS

Sopir Taksi Green SM Diciduk Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur

GELORA.CO - Polisi menyebut supir taksi Green SM Indonesia yang terlibat kecelakaan kereta Bekasi pada Senin (27/4/2026) sudah ditangkap. Sang supir tengah menjalani pemeriksaan oleh polisi. "Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota ya, Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Pak Kasat Lantas," kata Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe pada wartawan, Selasa (28/4) 2026). Polisi mengungkap penyebab kecelakaan kereta Bekasi yang terjadi pada tadi malam (24/7/2026). Dari penelusuran, kecelakaan itu bermula dari korsleting satu taksi green SM Indonesia di perlintasan kereta. "Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, ya. Dimana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera," kata Sandhi. Karena permasalahan taksi itu, Sandhi mengungkap terjadilah tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan tersebut. Tabrakan itu mengganggu proses perjalanan kereta yang lain. Kepolisian juga mengendus adanya kesalahan koordinasi petugas kereta. "Mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi, tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat kepada kereta api Argo Bromo Anggrek," ujar Sandhi. Pada saat kejadian, polisi menemukan kecepatan KA Argo Bromo Anggrek berada di atas 100 KM per jam. "Dimana ketika itu sedang melintas dengan kecepatan 110 kilometer per jam. Akibat kurangnya informasi dan koordinasi tersebut, terjadilah tabrakan di stasiun Bekasi Timur lebih tepatnya," ujar Sandhi. Pihak Kepolisian menyebut sudah ada tujuh keluarga yang menyetorkan data ke RS Polri Kramat Jati. Data mereka nantinya akan digunakan guna mencocokkan dengan sepuluh jenazah korban kecelakaan kereta Bekasi yang sudah ada di RS Polri Kramat Jati. Polisi mendata sudah ada 15 korban meninggal dari kecelakaan kereta Bekasi. Tapi hanya sepuluh jenazah yang sudah tiba di RS Kramat Jati, sisanya di RS lain. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi taksi Green SM menyusul tabrakan antara kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam. Teddy menyampaikan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi asal Vietnam tersebut. "Dalam hal ini Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," kata Seskab. Teddy menyampaikan langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Pemerintah, kata Teddy, juga berkomitmen untuk segera melakukan penataan secara menyeluruh, termasuk sistem pengamanan yang memadai di perlintasan kereta api. Kondisi perlintasan sebidang di di Jalan Ampera, Bekasi Timur, Selasa (26/4/2026). Insiden tertempernya taksi oleh KRL comuterline di lokasi itu jadi awal kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur. Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan kereta api. "Presiden Prabowo menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut," kata Teddy. Sementara itu, perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia telah menyampaikan pernyataan menyusul kecelakaan yang melibatkan satu kendaraan mereka dengan kereta yang sedang melintas di area perlintasan kereta dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Dalam keterangan tertulis yang dibagikan di akun Instagram resmi perusahaan @id.greensm pada Selasa, Green SM Indonesia menyatakan perusahaan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang berkenaan dengan insiden kecelakaan tersebut. "Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menerapkan standar keselamatan guna memastikan keamanan pengguna layanan maupun masyarakat luas. "Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," kata perusahaan tersebut.

Go to News Site