Collector
AS Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz dan Sita Minyaknya, Trump: Kita Seperti Bajak Laut | Collector
AS Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz dan Sita Minyaknya, Trump: Kita Seperti Bajak Laut
GELORA NEWS

AS Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz dan Sita Minyaknya, Trump: Kita Seperti Bajak Laut

GELORA.CO –- Presiden Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyamakan tindakan militer Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz yang mencegat kapal Iran seperti bajak laut. Dalam pidatonya di hadapan Forum Club of the Palm Beaches, Florida, Trump secara blak-blakan membanggakan keberhasilan Angkatan Laut AS dalam mencegat dan menyita kapal-kapal yang terkait dengan Iran sebagai bisnis yang sangat menguntungkan. Trump merujuk pada insiden dramatis yang melibatkan kapal perusak USS Spruance terhadap kapal kargo berbendera Iran, Touska, di Teluk Oman. Menurut klaim Trump, pasukan AS melepaskan satu tembakan presisi yang menghancurkan ruang mesin kapal tersebut dari jarak lima mil setelah kru kapal menolak untuk berhenti. "Kami mengambil alih kapal itu, kargonya, dan minyaknya. Ini bisnis yang sangat menguntungkan," ujar Trump dengan nada bangga. Ia menambahkan bahwa tindakan keras ini merupakan balasan atas tindakan Iran yang dianggap telah menindas banyak pihak selama 47 tahun terakhir. Sejak blokade pelabuhan Iran dimulai pada 13 April, setidaknya 41 kapal telah berhasil dialihkan oleh Komando Pusat AS. Tudingan Pengkhianatan bagi Para Pengkritik Tak hanya pamer kekuatan militer, Trump juga menyerang balik para kritikus domestiknya. Ia menyebut pernyataan "kaum kiri radikal" yang mengatakan AS tidak menang melawan Iran sebagai sebuah bentuk "pengkhianatan". Meski secara konstitusi definisi pengkhianatan terbatas pada tindakan perang atau membantu musuh secara fisik, Trump tetap menggunakan istilah keras tersebut untuk mengecam siapa pun yang meragukan strateginya di Timur Tengah. Dunia di Ambang Ketegangan Baru Pengakuan terbuka mengenai penyitaan minyak dan penggunaan kekerasan di jalur maritim internasional ini semakin memperkeruh situasi keamanan di Teluk Oman. Di saat blokade terus berlangsung, narasi "bajak laut" yang digaungkan Trump justru mempertegas posisi AS yang tidak akan berkompromi, sekaligus memicu perdebatan mengenai legalitas tindakan tersebut di bawah hukum internasional Sumber: Wartakota

Go to News Site