GELORA NEWS
GELORA.CO -– Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa bangsa Iran kini memasuki babak baru perjuangan. Setelah mengklaim kemenangan di medan tempur militer atas AS dan Israel, Mojtaba Khamenei bersumpah akan menaklukkan musuh dalam 'perang' di sektor budaya dan ekonomi melalui semangat jihad nasional. Dalam pesan yang dirilis bertepatan dengan Hari Guru Nasional (2 Mei) dan Hari Buruh Internasional (1 Mei) 2026, Mojtaba Khamenei menyebut kedua elemen masyarakat ini sebagai pilar kembar kemajuan negara. Ia menegaskan bahwa kekuatan militer luar biasa yang ditunjukkan Iran selama 47 tahun perjuangan harus dibarengi dengan ketahanan domestik yang tangguh. "Guru akan menjadi mata rantai paling berpengaruh dalam pertempuran budaya, sementara pekerja adalah elemen paling efektif dalam pertempuran ekonomi," tulis Mojtaba dalam pesannya. Ia menekankan bahwa identitas generasi masa depan ada di tangan para pendidik, sedangkan keberlangsungan hidup bangsa bergantung pada keringat para buruh di pabrik-pabrik seluruh negeri. Instruksi Tegas: Stop PHK dan Cintai Produk Lokal Mojtaba Khamenei juga memberikan instruksi khusus kepada para pejabat dan pemilik usaha. Ia mengingatkan bahwa penghormatan verbal saja tidak cukup; dukungan nyata harus diberikan kepada para pekerja. Pemimpin tertinggi ini secara khusus meminta para pengusaha untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) sebisa mungkin, bahkan bagi perusahaan yang sedang mengalami kesulitan. "Anggaplah setiap pekerja sebagai sumber kekayaan bagi operasi Anda," imbaunya sembari menyerukan dukungan penuh pemerintah bagi dunia usaha. Selain itu, ia mengajak seluruh warga Iran untuk memprioritaskan barang buatan dalam negeri sebagai bentuk dukungan nyata bagi para buruh lokal demi mencapai puncak kejayaan bangsa. Refleksi atas bangkitnya kekuatan militer Iran dijadikan batu loncatan oleh Mojtaba untuk memperkuat identitas Iran-Islam. Dengan memperkuat sektor pendidikan melalui para guru dan memacu produktivitas lewat tangan-tangan buruh, Mojtaba optimistis Iran akan terus melaju menuju puncak kemajuan dan keunggulan, meskipun di bawah tekanan sanksi dan ancaman musuh yang tak kunjung usai. Sebelumnya Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan keras yang menggetarkan peta geopolitik global. Dalam pesan memperingati Hari Teluk Persia Nasional, Kamis (30/4/2026), ia menegaskan bahwa seluruh rakyat Iran kini berdiri sebagai benteng hidup untuk melindungi teknologi nuklir dan persenjataan rudal negara sebagai aset nasional yang sakral. Ayatollah Khamenei mengungkapkan bahwa kebangkitan Iran kini telah mencapai skala yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Sebanyak 90 juta warga Iran, baik yang berada di tanah air maupun di luar negeri, telah menyatukan visi untuk menjaga pencapaian ilmiah dan industri mereka. "Masyarakat Iran menganggap semua kapasitas teknologi, mulai dari nano, bio, hingga nuklir dan rudal, sebagai aset nasional. Mereka akan melindunginya sekuat tenaga, sebagaimana mereka mempertahankan perbatasan darat, laut, dan udara mereka," tegas Mojtaba Khamenei dalam pesan resminya dilansir dari Tasnim News. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas ketegangan yang meningkat di kawasan pasca-agresi militer yang disebutnya dilakukan oleh 'Setan Besar' dua bulan lalu. Ayatollah Khamenei mengeklaim bahwa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut telah terbukti rapuh dan tidak mampu menjamin keamanan, bahkan untuk mereka sendiri. Lebih lanjut, Iran mendeklarasikan penerapan 'kerangka hukum baru' dalam pengelolaan Selat Hormuz. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan regional sekaligus menghentikan segala bentuk penyalahgunaan jalur air vital tersebut oleh musuh-musuh asing. Tatanan Global Baru di Ujung Teluk Bagi Iran, masa depan Teluk Persia yang cerah adalah masa depan tanpa kehadiran militer Amerika Serikat. Ayatollah Khamenei menekankan bahwa takdir Iran dan negara-negara tetangga adalah satu, sementara pihak luar yang datang dengan niat serakah hanya akan berakhir di kedalaman perairan. Kemenangan ini, menurut sang Pemimpin, merupakan buah dari strategi "Iran Kuat" dan kebijakan perlawanan yang akan menjadi cikal bakal lahirnya tatanan regional dan global yang baru Sumber: Wartakota
Go to News Site