Collector
Awan Pelangi Muncul di Langit Bekasi dan Bogor, Ini Kata BMKG | Collector
Awan Pelangi Muncul di Langit Bekasi dan Bogor, Ini Kata BMKG
GELORA NEWS

Awan Pelangi Muncul di Langit Bekasi dan Bogor, Ini Kata BMKG

GELORA.CO - - Sejumlah warganet ramai-ramai mengunggah foto dan video fenomena awan berwarna-warni di media sosial. Fenomena tersebut diketahui muncul di sebagian langit Kabupaten Bekasi dan Bogor, pada Jumat (1/5/2026). Salah satu unggahan yang memperlihatkan fenomena awan pelangi tersebut dibagikan oleh akun TikTok @iispe*************. “Hari ini fenomena alam tanggal 1 Mei 2026,” tulis pengunggah dalam videonya. Dalam unggahan video tersebut terlihat awan dengan bentuk yang tidak biasa. Sebagian tampak gelap, sementara bagian lainnya masih ditembus cahaya matahari. Di tengah awan, muncul semburat warna yang menyerupai pelangi meski tidak berbentuk lengkungan seperti biasanya. Fenomena ini pun memicu beragam reaksi dari warganet. Tidak sedikit pula yang meragukan keaslian video tersebut dan menduga fenomena itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). View this post on Instagram A post shared by PESONA KAHURIPAN GROUP (@pesonakahuripan.group) Apa Itu Awan Pelangi? Secara ilmiah, peristiwa ini dikenal sebagai awan iridesensi (cloud iridescence), yakni fenomena optik atmosfer yang membuat awan tampak berwarna-warni. Berbeda dengan pelangi biasa, warna pada awan ini tidak membentuk busur, melainkan menyebar mengikuti bentuk awan. Mengutip laman World Meteorological Organization pada Sabtu (2/5/2026), iridesensi terjadi akibat proses difraksi cahaya matahari. Ketika sinar matahari melewati partikel-partikel air yang sangat kecil di dalam awan. Kemudian cahaya akan dibelokkan dan terpecah menjadi spektrum warna. Fenomena ini biasanya muncul pada awan tipis seperti cirrus atau altocumulus yang berada di ketinggian menengah hingga tinggi. Fenomena ini kerap dibandingkan dengan efek warna pada minyak di atas air, yang juga merupakan hasil difraksi cahaya. Meski begitu, awan iridesensi tidak berbahaya dan tidak berkaitan dengan hal supranatural. Namun, para ahli mengingatkan agar tidak menatap langsung ke arah matahari saat mencoba mengamati fenomena ini karena dapat berisiko merusak retina mata. Dalam beberapa kasus, kemunculan awan iridesensi memang dapat bertepatan dengan perubahan cuaca, seperti hujan atau badai ringan. Kemunculan awan warna-warni bukan tanda bahaya, melainkan karena jenis awan tipis yang memicu iridesensi sering terbentuk dalam kondisi atmosfer yang sedang tidak stabil. Fenomena serupa sebenarnya pernah beberapa kali terjadi di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia.

Go to News Site