REPUBLIK MERDEKA
Skandal forwarder membuka dugaan serius bahwa sistem pengawasan impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tidak sepenuhnya steril dari intervensi manusia.Di balik megahnya sistem digital kepabeanan, terdapat satu elemen kunci yang menentukan nasib barang impor, yakni parameter risiko dalam rule set targeting.Parameter ini menentukan apakah barang masuk jalur hijau, kuning, atau merah, di mana jalur merah mewajibkan pemeriksaan fisik secara ketat.Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch .. Baca selengkapnya di https://rmol.id/hukum/read/2026/05/05/706075/dugaan-manipulasi-sistem-goyang-dirjen-bea-dan-cukai
Go to News Site