GELORA NEWS
GELORA.CO -Sederet persoalan internal yang menghantam Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sepertinya membuat Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi harus berpikir keras. Demikian disampaikan analis politik Saiful Huda Ems melalui keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Rabu 6 Mei 2026. "Sebagai patron politik dan motivator PSI, Jokowi harus berpikir keras," kata Saiful. Pasalnya, saat ini ini PSI yang dipimpin putera bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep mulai ditinggalkan kader-kadernya. Terbaru, Ade Armando menyatakan mundur dari PSI. Ade Armando mundur setelah dilaporkan 40 ormas ke polisi atas dugaan penodaan agama. Ade menyampaikan, keputusan ini diambil karena banyak kelompok yang menunggangi isu dan mengorkestrasi serangan ke PSI. Selain itu, Saiful turut menyoroti kasus pemukulan yang dialami Wakil Ketua Umum (Waketum) PSI Ronald A Sinaga. Ia menjadi korban pemukulan di Menteng, Jakarta Pusat, Senin 4 Mei 2026. "Terlebih lagi Waketumnya malah dipukuli orang. Apakah harus ganti lagi lambangnya Pak?" sindir Saiful. Diketahui, PSI resmi mengganti logo partai dari simbol bunga mawar menjadi gajah merah-hitam pada Juli 2025, menjelang Kongres di Solo. Sumber: RMOL
Go to News Site