GELORA NEWS
GELORA.CO - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal “kabur ke Yaman” berbuntut panjang. Setelah dikritik oleh Rizieq Shihab, penyanyi dangdut Rhoma Irama merespons dengan nada keras melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Jumat (8/5/2026). Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, Rhoma Irama menilai ucapan Presiden Prabowo merupakan sinyal bahwa isu nasab yang berkembang di tengah masyarakat telah sampai ke lingkar kekuasaan. Ia kemudian menanggapi kritik Rizieq Shihab yang sebelumnya menyebut Prabowo bersikap rasis dan fasis. Rhoma justru mempertanyakan tudingan tersebut. Ia menyinggung praktik sosial di kalangan Ba’alawi yang, menurutnya, melarang perempuan menikah dengan pribumi. Hal itu disebutnya sebagai bentuk rasisme yang nyata. “Yang rasis siapa? Buktinya ada praktik seperti itu,” ujar Rhoma dalam video tersebut. Pernyataan Rhoma tidak berhenti di situ. Ia juga menanggapi ucapan Rizieq yang menyebut bangsa Indonesia harus berterima kasih kepada kaum Ba’alawi. Menurut Rhoma, pernyataan itu tidak tepat. Ia menilai pihak yang hidup dan menetap di Indonesia seharusnya bersyukur atas kondisi negara yang lebih stabil dibandingkan wilayah lain seperti Yaman. Nada kritik semakin tajam ketika Rhoma menyebut Rizieq sebagai sosok yang kerap memutarbalikkan fakta. Ia bahkan menggunakan istilah “aktor” untuk menggambarkan gaya komunikasi Rizieq yang dinilainya penuh dramatisasi. “Aktor ini orang, aktor antagonis. Seandainya Film Rhoma masih ada, saya kontrak dia buat perankan penjahat,” ungkap Rhoma. Polemik ini memperluas perdebatan dari sekadar pernyataan politik menjadi isu yang menyentuh identitas sosial dan relasi antar kelompok. Reaksi publik pun bermunculan di media sosial, baik yang mendukung pernyataan Rhoma maupun yang tetap membela Rizieq. Perdebatan ini terjadi di tengah meningkatnya sensitivitas isu identitas di ruang publik. Pernyataan tokoh dengan basis massa besar, baik dari kalangan agama maupun hiburan, dinilai memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk opini masyarakat. Hingga kini, polemik tersebut masih bergulir tanpa pernyataan lanjutan dari pihak-pihak terkait. Sumber: herald
Go to News Site