Collector
Gus Yazid Seret Presiden Prabowo di Sidang TPPU: Saya Tim Sukses, Uang Itu Dipakai Kampanye | Collector
Gus Yazid Seret Presiden Prabowo di Sidang TPPU: Saya Tim Sukses, Uang Itu Dipakai Kampanye
GELORA NEWS

Gus Yazid Seret Presiden Prabowo di Sidang TPPU: Saya Tim Sukses, Uang Itu Dipakai Kampanye

GELORA.CO - Terdakwa kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Ahmad Yazid alias menyeret nama Presiden RI Prabowo Subianto. Gus Yazid menyebut dirinya tim sukses Prabowo dan uang korupsi digunakan untuk kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 silam. Hal itu disampaikan Gus Yazid seusai menjalani sidang putusan sela di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (3/6). Gus Yazid yang hadir mengenakan peci dan sarung itu tampak diminta mengenakan rompi dan borgol saat bicara. "Jenderal yang saya sebut itu kapan diperiksanya? Wamentan itu kapan diperiksanya? Itu, kan, kadernya Gerindra, Sudaryono," kata Gus Yazid di Tipikor Semarang, Rabu (3/6). "Dia memperalat sopir sama sesprinya (sekretaris pribadi) untuk mengembalikan aset kerugian. Sedangkan dari kasus tuntutan saya Rp 20 miliar. Aset yang disita sudah Rp 35 miliar," katanya melanjutkan. Dia bahkan menyeret nama Presiden Prabowo. Dirinya mengaku dijanjikan Prabowo akan diberikan pengampunan atau amnesti dalam kasusnya. "Pak Prabowo, ingat saya tidak? Sampean presiden omon-omon bukan? Kalau sampean bukan presiden omon-omon, tepati janji sampean," katanya dengan seru. "Katanya kalau sudah ada pengembalian, sampean akan memberlakukan pengampunan. Itu keluarga Letnan Jenderal Widi (mantan Pangdam IV Diponegoro) sudah mengembalikan ditolak," katanya, lagi. Dia mengaku merupakan tim sukses (timses) Prabowo saat menyalonkan presiden dengan Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, uang korupsi itu digunakan untuk kampanye pemenangan Prabowo-Gibran. "Kan saya tim suksesnya Pak Prabowo. Cari data kalau saya bukan tim suksesnya. Uang itu sudah saya perlakukan untuk pengobatan gratis waktu pemenangan Pak Prabowo. Buktikan," ujarnya. Sebelum memasuki ruang sidang, Gus Yazid juga sempat mengatakan ingin membuka fakta di dalam persidangan. Dia meyakini kebenaran akan terbuka sendirinya. "Seandainya hukuman TPPU itu hukuman mati. Sekarang saya ditembak mati. Dor, ternyata inkranya tidak ada kerugian negara. Bagaimana cara orang menghidupkan mayat saya? Hukum konyol kan? Itulah kalau hukum sudah dipesan," ujarnya. Sumber: jpnn

Go to News Site