GELORA NEWS
GELORA.CO - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (26/3/2026), kembali menunda serangan terhadap fasilitas energi Iran. Kali ini Trump memberi batas waktu 10 hari lagi setelah sebelumnya memperpanjang 5 hari. Mulanya, pada Sabtu pekan lalu, Trump memberi waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka sepenuhnya blokade Selat Hormuz atau militer AS akan menyerang pembangkit listrik serta infrastruktur energi Iran lainnya. Namun beberapa jam menjelang batas waktu pada Senin malam, Trump menunda ancamannya hingga 5 hari dengan alasan ada perkembangan signifikan dalam perundingan damai kedua negara. Kali ini dia kembali memperpanjangnya yakni 10 hari. Trump mengklaim, Iran meminta tambahan waktu 7 hari, namun dia memberi 10 hari atau hingga 6 April, sehingga Iran sangat berterima kasih. Sebelumnya, Trump mengumumkan di Truth Social akan memperpanjang jeda serangan terhadap pembangkit listrik Iran dari 5 menjadi 14 hari. Jeda tersebut seharusnya berakhir pada Jumat (27/3/2026). Berbicara melalui telepon kepada Fox News, Trump mengatakan AS sedang dalam pembicaraan dengan Iran yang berjalan cukup baik. "Mereka mengatakan kepada saya, dengan sangat baik, melalui orang-orang saya, 'Bisakah kami mendapat lebih banyak waktu?'," kata Trump, dalam siaran live tersebut. "Mereka meminta 7 (hari). Dan saya mengatakan, 'Saya akan memberi Anda 10 hari', karena mereka memberi saya kapal. Anda tahu, kami berbicara tentang delapan kapal. Anda tahu, 'hadiah' yang saya bicarakan beberapa hari lalu," katanya. Dalam rapat kabinet di Gedung Putih sebelumnya, Trump mengklaim Iran mengizinkan kapal tanker minyak AS melewati Selat Hormuz sebagai hadiah untuknya. Namun, Iran berkali-kali membantah adanya pembicaraan dengan AS, termasuk negosiasi untuk mengakhiri perang Sumber: inews
Go to News Site