GELORA NEWS
GELORA.CO - Imbauan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang meminta masyarakat mematikan kompor gas setelah masakan matang kembali menuai sorotan. Kali ini, sindiran tajam datang dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Susi menilai pernyataan Bahlil justru mencerminkan bahwa sang menteri kurang memahami kehidupan sehari-hari di dapur rumah tangga. Menurutnya, mematikan kompor setelah masakan selesak adalah hal yang sangat biasa dan sudah menjadi kebiasaan umum masyarakat. “Ketahuan Pak Menteri ndak pernah masak,” sindir Susi Pudjiastuti dengan nada tegas, Jumat (27/3/2026). Ia melanjutkan, “Kalau sudah matang ya pasti dimatikan toh.” Menurut Susi, imbauan tersebut seolah-olah menyampaikan sesuatu yang sudah menjadi pengetahuan dasar, sehingga tidak perlu lagi diingatkan secara khusus sebagai solusi penghematan energi. Pernyataan Susi ini muncul sebagai respons terhadap imbauan Bahlil Lahadalia yang disampaikan sehari sebelumnya. Saat memantau langsung pasokan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Sragen dan SPBU Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026), Bahlil mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara lebih bijaksana. “Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan (kompornya) boros,” ujar Bahlil saat itu. Bahlil menekankan bahwa pemerintah sedang berupaya keras menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut pemerintah terus mencari berbagai sumber pasokan minyak dari luar negeri, sekaligus mengoptimalkan produksi dalam negeri agar ketergantungan impor bisa ditekan. “Perintah Bapak Presiden untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak dari semua negara. Kemudian optimalkan semua energi yang kita miliki. Harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia, bahwa solar kita Insya Allah tidak lagi kita lakukan impor,” kata Bahlil. Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar kebutuhan bensin masih dipenuhi dari impor, namun pemerintah sedang mencari alternatif termasuk crude oil (minyak mentah) untuk memperkuat ketahanan energi. Bahlil menegaskan bahwa upaya pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta agar penggunaan BBM dan LPG dilakukan dengan bijak, terutama menjelang periode mudik dan arus balik Lebaran Idulfitri. “SPBU ini bukan untuk industri, jadi tolong dipakai dengan bijaksana. Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama dalam memakai energi yang bijaksana,” pungkasnya. Sebelumnya, imbauan serupa dari Bahlil sempat mendapat pembelaan dari mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto. Namun, kini justru menuai kritik dari Susi Pudjiastuti yang dikenal vokal dan blak-blakan. Hingga saat ini, Kementerian ESDM memastikan bahwa pasokan BBM dan LPG nasional tetap terjaga dengan baik, meski di tengah ketidakstabilan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah.
Go to News Site