
Menpora Berharap Muncul Bibit Grandmaster dari Kompetisi Catur Pelajar Asia
Turnamen BPK Penabur Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025 resmi dibuka di Penabur Intercultural School, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (28/8).
Turnamen BPK Penabur Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025 resmi dibuka di Penabur Intercultural School, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (28/8).
TANTANGAN kepemimpinan semakin berat di era kerja yang serbacepat.
Manajemen RS Bhayangkara Makassar menyampaikan permintaan maaf atas dugaan kebocoran visum et repertum selebgram NR. Bagaimana data medis rahasia ini bisa tersebar?
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas insiden yang terjadi.
GELORA.CO - Seruan aksi unjuk rasa oleh para pengemudi ojek online (Ojol) mulai menggema di media sosial. Diketahui, dua orang pengemudi ojol mengalami luka hingga meninggal dunia, setelah ditabrak dan dilindas oleh mobil Kendaraan Taktis (Rantis) Brimob, pada aksi Kamis (28/8) malam. Keduanya yakni Affan dan Umar. Affan yang merupakan pengemudi Go-Jek, dikabarkan meninggal dunia. Dia merupakan sosok yang terekam kamera terlindas mobil rantis. Sementara Umar, diketahui merupakan pengemudi Grab. Kini, Umar tengah dipulangkan ke rumahnya di Sukabumi. Di berbagai grup Ojol, seuran aksi unjuk rasa disampaikan oleh anggota-anggotanya. Waktu konsentrasi ditentukan setelah salat Jumat berlangsung. Sementara titik lokasi untuk berkumpul berada di kisaran Pasar Baru. “Untuk menghindari Sanksi dari Perusahaan Aplikasi, disarankan untuk menutupi plat No + wajib pake Masker/Bap,” tulis salah satu pengguna Facebook. Berbagai pengguna menyampaikan kesiapannya untuk turut aksi. Seperti salah satu pengguna yang mengaku sebagai pengemudi Maxim. “Ane pengemudi Maxim, siap kuningkan Jakarta,” tulisnya. “Lanjut bang, jaket ijo menyala,” t ulis pengguna lainnya, merujuk pada jaket Go-Jek dan Grab yang identik dengan warna Hijau. (*) Sumber: banpos
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), subholding Pelindo di bidang logistik, mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 250 tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta,...
SEORANG driver ojek online (driver ojol) menjadi korban pelindasan oleh mobil barracuda Brimob. Driver ojol bernama Affan Kurniawan, itu dilaporkan meninggal dunia.
Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) kini menjadi tolok ukur penting bagi investor dalam menanamkan modal. Seberapa besar pengaruhnya terhadap keputusan investasi?
Kementerian Perindustrian meresmikan Akademi Pengembang Apple Bali, menandai komitmen investasi Apple di Indonesia. Penasaran bagaimana ini akan memperkuat talenta digital dan inovasi domestik?
Suku Badan Pengelolaan Aset Daerah Jakarta Barat meminta pengosongan bangunan liar di lahan Pemprov DKI Jakarta seluas 1.749 m2 di Kalideres. Mengapa pemilik bangunan enggan mengindahkan peringatan?
Pihak GoTo juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban hingga situasi kondusif.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo angkat suara terkait tragedi ojol yang disebut terlindas mobil barracuda Brimob saat demo di DPR yang berujung ricuh.
NU Care-LAZISNU PBNU meraih penghargaan sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional dengan Pengumpulan Terbaik dalam ajang Baznas Awards 2025.
GELORA.CO - Situasi memanas setelah insiden tertabraknya pria berjaket ojek online (ojol) oleh kendaraan taktis (rantis) jenis barracuda di kawasan Pejompongan, Kamis malam, 28 Agustus 2025. Puluhan driver ojol dilaporkan mendatangi Markas Komando (Mako) Brimob di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat tak lama setelah kejadian. Aksi tersebut diketahui dari sebuah video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang driver ojol terdengar berkata, “Melaporkan langsung di Depan Brimob Kwitang, ini anak-anak (sesama driver ojol) udah ramai nih.” Massa yang diduga merupakan rekan sesama driver ojol tampak berkumpul di depan gerbang Mako Brimob yang ditutup rapat. Mereka menggedor-gedor gerbang sambil berteriak, “Sini lo!” Namun, di tengah suasana tegang, terdengar pula beberapa suara yang berusaha menenangkan massa. “Tahan dulu, tahan dulu!” ujar seorang di antara mereka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait aksi tersebut maupun perkembangan kondisi korban yang sebelumnya dilarikan ke RS Pelni. Sumebr: ntv
Prasetyo meminta aparat kepolisian untuk sabar dan melakukan pengamanan demo dengan hati-hati.
Video: Massa Ojol Ramai-ramai Datangi Mako Brimob Polda Metro Jaya #newsupdate #update #news #text