
Habis Gajian Ayo Belanja, Transmart Full Day Sale Diskon 50% + 20%
Gajian sudah cair, ini waktu yang tepat untuk belanja bulanan di Transmart mumpung ada diskon hingga 50% + 20% untuk aneka produk.
Gajian sudah cair, ini waktu yang tepat untuk belanja bulanan di Transmart mumpung ada diskon hingga 50% + 20% untuk aneka produk.
Pola layanan MRT Jakarta pada Minggu (31/8/2025) sejak pukul 05.20 WIB berangsur normal kembali pasca demo ricuh dalam tiga hari berturut-turut.
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Hukuman bagi perbuatan mencuri sudah diatur dalam Islam. Hal tersebut diatur di dalam Alquran. Alquran dalam Surat Al-Ma'idah Ayat 38 menjelaskan bahwa hukuman bagi pencuri adalah dipotong...
GELORA.CO -Ratusan massa merangsek masuk ke rumah Anggota DPR Fraksi PAN Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio yang terletak di Jalan Karang Asem I, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam 30 Agustus 2025. Belasan prajurit TNI dan satpam yang berjaga gagal menghadang massa yang menyebut rumah komedian tersebut. Setelah berhasil menerobos masuk ke dalam rumah, massa kemudian menjarah barang-barang yang ada di dalam rumah. Pantauan RMOL di lokasi, massa ada yang membawa koper, bantal guling, selimut, kipas angin dan lain-lain. Sambil menjarah, massa berteriak “cair, cair, woooy”. Terdengar juga ada massa yang berteriak “ini baru namanya perampasan aset sama rakyat,”. Eko Patrio termasuk anggota DPR yang diprotes massa buntut aksi jogetnya saat Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD pada 15 Agustus 2025. Perilaku Eko dinilai tidak pantas, menunjukkan tidak punya empati para wakil rakyat di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat. Sadar video jogetnya viral, Eko malah mengunggah video parodi joget sound horeg di akun media sosial. Dalam video terlihat Eko bak Disk Jockey (DJ) lengkap dengan headphone dan audio mixer yang seperti tengah ia mainkan. Makin menjadi sorotan saat suami Viona Rosalina itu meminta maaf. Eko berkelakar saat perayaan HUT ke-27 PAN, saat berada di atas panggung, trauma goyang. Nama anggota DPR lainnya yang jadi target protes massa adalah anggota Fraksi Nasdem DPR Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, serta satu anggota Fraksi PAN yang juga teman separtai Eko yakni Uya Kuya Sumber: RMOL
Terdapat sejumlah peristiwa humaniora yang terjadi selama sepekan ini. Beberapa peristiwa berikut bisa dibaca kembali ...
GELORA.CO - Demonstrasi di Kabupaten Jepara pada Sabtu (30/8) malam berakhir ricuh. Langit-langit area kota khususnya Gedung DPRD memerah setelah massa aksi membakarnya. Sebelum peristiwa pembakaran dan penjarahan tersebut, awalnya massa aksi bentrok dengan pihak kepolisian di Jembatan Kali Kanal Jepara. Mulanya, suasana demo berjalan kondusif sejak Maghrib hingga setelah Isya. Namun hal tersebut berubah setelah adanya aksi pembakaran ban, MMT hingga kayu di area Jembatan Kali Kanal atau persimpangan antara Jalan KM Sukri dan Jalan Ratu Kalinyamat. Sejurus dengan itu, dilakukan penembakan gas air mata oleh pihak kepolisian. Amarah demonstran pun tersulut. Massa aksi membalas dengan melempar batu. Polisi menghujani demonstran dengan gas air mata. Dengan rentang waktu setidaknya 3,5 jam. Berlangsung dari Sabtu (30/8) pukul 20.30 hingga Minggu (31/8) sekitar pukul 00.05. Mereka dipukul mundur oleh pihak kepolisian. Di satu sisi, polisi tampak terkecoh. Mengira demonstrasi selesai. Tak sedikit yang beristirahat di bahu jalan depan Kantor Mapolres Jepara. Mereka ada yang berbaring, bersandar atau sekadar duduk dengan raut wajah yang lelah. Sedangkan di sisi yang lain, alih-alih mengakhiri demonstrasi, namun massa aksi bertolak menuju Gedung DPRD Kabupaten Jepara. Setelah sampai di jalan depan DPRD, awalnya dilakukan pembakaran di persimpangan Jembatan Kali Kanal Saripan. Massa aksi mulai melucuti sejumlah fasilitas umum, khususnya pos polisi yang berada di pojok jalan. Kemudian benda-benda yang dapat dibakar tersebut di seret di tengah jalan. Api semakin membesar. Seiring dengan hal itu, amarah massa aksi juga semakin membara. Waktu menunjukkan pukul 00.30. Suara lemparan batu yang memecahkan kaca Gedung DPRD mengubah keheningan malam menjadi mencekam. Setelah aliran listrik dimatikan, mereka melompati pagar dan menyulut api di depan Gedung. Tak cukup dengan itu, mereka masuk ke dalam Gedung. Lamat-lamat api mulai muncul. Puluhan orang berlarian keluar-masuk. Selain membakar, juga menjarah barang-barang berharga. Seperti almari, TV, komputer layar interaktif, dispenser, kipas angin, permebelan dan sejenisnya. Hingga sekitar pukul 01.20, tak ada aparat kepolisian. Hanya terdapat sejumlah TNI yang mencoba melerai aksi penjarahan dan pembakaran gedung tersebut. Emosi satu anggota TNI pecah. Utamanya saat bendera merah putih yang tergantung di depan atap fasad depan Gedung DPRD ikut terkabar. Pihaknya meminta agar para demonstran tidak main-main dengan simbol bangsa Indonesia tersebut. Sejurus dengan itu, massa aksi mulai keluar dari kompleks Gedung DPRD. Tak berselang lama, sekitar pukul 01.30 puluhan aparat kepolisian baru berdatangan. Dengan menggunakan satu unit armada Armoured Water Cannon (AWC) untuk memadamkan api dan sejumlah motor-mobil patroli, dengan persenjataan lengkap. Setidaknya 1,5 jam sebelumnya, mereka tampak kelelahan usai bentrok dan kejar-kejaran dengan demonstran. Terdapat beberapa orang yang ditangkap dan digelandang ke Mapolres Jepara. Sedangkan hingga berita ini terbit, jumlahnya secara pasti belum diketahui. Pada saat yang sama juga terdapat 4 unit armada pemadam kebakaran yang membantu serta dalam proses pemadaman api. Isi Gedung DPRD Kabupaten Jepara kocar-kacir, utamanya di deretan ruang fraksi. Barang-barang elektronik dijarah, tiga unit motor yang belakangan diketahui milik cleaning service dibakar. Baru sekitar pukul 02.00, api berhasil dipadamkan. Untungnya belum merembet dan membesar. Selain ruang fraksi, paling parah ialah ruang Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan ruang sopir. Meskipun demikian, demonstran masih berada di sekeliling Gedung DPRD. Setelah itu, mereka kembali masih lewat samping-belakang gedung. Setelah keluar gedung dan sampai di jalan, mereka dipukul mundur dari dari Jembatan Kali Kanal Saripan menuju arah Perempatan Rahayu menggunakan mobil AWC dan mobil patroli. Suasana mulai kondusif. Pukul 03.30, pemadam kebakaran telah rampung melakukan pendinginan dan kembali ke markas. Pada saat yang sama, demonstran juga telah meninggalkan area Gedung DPRD Jepara. Pada Minggu (31/8) pukul 04.00 suasana sudah kondusif. Pengguna jalan juga telah dapat lalu-lalang melintas setelah sebelumnya jalan terblokade. Sejumlah pihak, termasuk warga mulai berdatangan kembali. Mencoba mengamati huru-hara yang telah terjadi. Sumber: jawapos
Fraksi Partai NasDem dan Partai Golkar setuju usulan mengenai evaluasi total tunjangan untuk seluruh anggota DPR RI periode 2024-2029.
Situasi Terkini Depan Polres Jakarta Utara Usai Ricuh: 1 Pos Polisi Dirusak #focus #demoricuh #news #text
GELORA.CO -Pasca aksi unjuk rasa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada 25 dan 28 Agustus 2025, muncul gelombang kerusuhan di sejumlah kota di Indonesia. Pengamat hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45) Jakarta, Rudyono Darsono mengatakan, unjuk rasa awalnya memprotes gaji dan tunjangan DPR yang naiknya gila-gilaan. "Akar permasalahan itu sebenarnya ada pada masalah kemiskinan dan pembodohan. Serta, mahalnya biaya hidup, yang kebijakannya diambil oleh elite politik," kata Rudy melalui keterangan elektroniknya di Jakarta, Sabtu 30 Agustus 2025. Menurut Rudy, DPR dalam menjalankan tugas serta kewajibannya tidak berpihak kepada kepentingan mensejahterakan rakyat. Rudy melihat rakyat marah akibat tunjangan anggota DPR dan komentar arogan serta gaya hidup pesta pora yang dipertontonkan secara terbuka oleh anggota DPR. "Padahal rakyat hidup dalam kesengsaraan. Inilah yang menjadi pemicu kemarahan dan kebencian rakyat," kata Rudy. DPR dalam hal ini para pimpinan partai politik, kata Rudy, harus benar-benar berubah total dalam sikap dan perilaku politiknya yang dianggap sangat elitis. "Mereka juga harus benar-benar memperhitungkan kepentingan rakyat dan menjadi pengawas eksekutif dan yudikatif, serta membuat perundang-undangan yang berpedoman kepada ideologi Pancasila yang berkeadilan sesuai fungsinya sebagai legislatif," kata Rudy. "Bukan justru mencari muka dan bersikap selalu membela eksekutif dan yudikatif karena adanya kepentingan pribadi dan kelompoknya," sambungnya. Diketahui, Anggota Komisi I DPR Ahmad Sahroni menjadi salah satu politikus Senayan yang disorot publik akibat pernyataannya beberapa waktu belakangan. Salah satunya saat Sahroni menuturkan bahwa desakan untuk membubarkan DPR adalah sikap yang keliru. Ia bahkan ia menyebut pandangan ini sebagai mental orang tolol. "Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," ujar Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat 22 Agustus 2025. Sumber: RMOL
JPNN.com - Langkah Persib Bandung di bursa transfer musim 2025/26 menuai sorotan.
GELORA.CO - Rumah artis sekaligus anggota DPR RI, Eko Patrio, menjadi sasaran amukan massa pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025. Rumah yang terletak di kawasan elite Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, itu dijarah dan dirusak massa yang marah atas perilaku Eko sebagai wakil rakyat. Dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial, tampak ratusan orang menyerbu rumah tersebut. Massa tidak hanya merusak fasilitas rumah, tetapi juga menuliskan kalimat sindiran dan kekecewaan di dinding luar bangunan. “Halo Eko,” dan “Terima kasih Eko,” menjadi dua tulisan yang paling banyak disorot netizen. Tulisannya penuh ironi, menyindir tindakan Eko Patrio yang dianggap tidak mencerminkan empati terhadap situasi rakyat. Dalam video lainnya, tampak sekelompok orang mengangkut barang-barang dari rumah tersebut. Mulai dari televisi, kulkas, hingga benda-benda kecil seperti hiasan dan bahkan kucing peliharaan Eko Patrio pun ikut dibawa. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah Eko Patrio menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram resminya. Dalam video tersebut, ia tampil bersama Pasha Ungu, rekan sesama anggota dewan. "Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio, menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan yang saya lakukan," ucapnya. Sebagai anggota DPR RI, Eko mengaku mendengarkan semua aspirasi rakyat, termasuk kritik keras atas tindakannya. Ia menyadari bahwa kegembiraannya saat sidang, terutama ketika mendengar tentang kenaikan tunjangan anggota DPR, telah menyakiti hati masyarakat. "Saya menyadari sepenuhnya, situasi ini membawa luka bagi bangsa, terlebih bagi keluarga korban yang kehilangan orang tercinta maupun yang mengalami luka fisik dan batin akibat situasi sosial yang memanas," lanjutnya. Kemarahan publik bermula ketika Eko tertangkap kamera berjoget bersama beberapa anggota DPR lainnya saat sidang paripurna berlangsung. Aksi itu terjadi tak lama setelah pengumuman kenaikan tunjangan rumah bagi anggota dewan menjadi Rp 50 juta per bulan. Sikap mereka dianggap mencederai rasa keadilan rakyat, terlebih di tengah tekanan ekonomi dan gejolak sosial yang sedang berlangsung. Reaksi netizen pun langsung membludak, memenuhi kolom komentar dengan kecaman dan seruan agar Eko mundur dari jabatannya. Dalam video permintaan maaf tersebut, Eko menegaskan bahwa dirinya tidak berniat memperkeruh keadaan. Ia mengaku khilaf dan berjanji akan memperbaiki diri. "Tidak sedikit pun terbesit niat dari saya untuk memperkeruh keadaan. Saya berkomitmen menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dengan ketulusan, keberanian, dan menjaga sumpah jabatan yang saya ikrarkan," ujarnya. Namun, tampaknya penyesalan itu datang terlambat. Amarah masyarakat terlanjur memuncak dan berujung pada aksi anarkis yang merusak kediamannya. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan peristiwa penjarahan tersebut. Sumber: suara
Ketua DPRD NTB, Baiq Ivie Rupaeda, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden pembakaran Gedung DPRD NTB. Bagaimana dewan akan tetap bekerja pasca kejadian ini?
Pemerintah Kabupaten Gorontalo sukses menggelar Navigasi Iman dengan menghadirkan Oki Setiana Dewi, memperkuat keimanan dan peran perempuan dalam menjaga harmoni.
Mahasiswa KKN UNG sukses memperkenalkan budidaya nilam di Desa Pulubala, Gorontalo, membuka peluang ekonomi baru dan bahkan konsep agrowisata yang menjanjikan. Simak potensi lengkapnya!
DPRD Gorontalo Utara mendesak percepatan Raperda Pilkades untuk Pilkades dan Pemilihan BPD 2026. Mengapa produk hukum ini sangat krusial bagi keberlangsungan pemerintahan desa?
GELORA.CO -Amuk massa menyasar kediaman pribadi Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, di Jalan Swasembada Timur XXII, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu 30 Agustus 2025. Saat rumahnya digeruduk massa, Sahroni bersama keluarganya dikabarkan berada di Singapura. Ratusan warga berkumpul di depan rumah politikus Partai Nasdem itu seraya melempari dengan batu serta benda keras lainnya. Akibatnya kaca rumah hancur berantakan. Massa kemudian menerobos masuk. Di garasi, massa melampiaskan kemarahan dengan menghancurkan mobil listrik Lexus RX 450h+ Luxury seharga Rp1,87 miliar. Massa juga merusak koleksi mobil mewah milik Sahroni, Porsche 1600 Super. Bahkan, mobil klasik bernilai tinggi itu digulingkan keluar garasi. Namun Ketika massa berupaya membakar mobil tersebut, seorang anggota TNI yang merupakan Babinsa Kelurahan Kebon Bawang langsung mencegahnya. Sejumlah warga mengimbau agar massa tidak membakar mobil karena akan terdampak ke pemukiman setempat. "Jangan dibakar, jangan dibakar," teriak sejumlah warga. "Rumah warga banyak, kasihan," sambungnya. Sahroni menjadi salah satu anggota DPR yang dicari publik akhir-akhir ini. Sahroni sempat mengatakan bahwa desakan membubarkan DPR RI yang banyak dilontarkan masyarakat setelah isu kenaikan tunjangan DPR RI, adalah hal keliru. "Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," kata Sahroni dalam kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara, Jumat 22 Agustus 2025. Sumber: RMOL