
Remaja Tewas Diduga Akibat Teknologi AI, OpenAI Digugat
Orang tua seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di California mengajukan gugatan kematian yang tidak wajar terhadap perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI.
Orang tua seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di California mengajukan gugatan kematian yang tidak wajar terhadap perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI.
“Ini adalah nyawa seseorang. andai itu keluarga saya, saya hrs bagaimana? Diam? Menunggu keadilan? Apakah ada keadilan itu? Semoga keluarga korban diberi kesabaran."
Tim ekonom Bank Mandiri memproyeksikan kurs rupiah menguat ke Rp 15.450/US$ pada 2028, meski tren cenderung flat. Inflasi diperkirakan meningkat hingga 2,92%.
Harga emas yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Jumat (29/8) menunjukkan harga tiga produk logam mulia, ...
AS akan mengakhiri aturan bebas bea masuk untuk paket kecil senilai hingga US$800 mulai Jumat (29/8).
Penelitian menggunakan metode identifikasi fotografis (Foto ID) yang memanfaatkan pola totol unik pada tubuh hiu paus.
GELORA.CO -Sebanyak tujuh anggota Korps Brimob Polda Metro Jaya diamankan karena terlibat dalam tabrak lari pria berjaket ojek online (ojol) dengan mobil barracuda di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis malam, 28 Agustus 2025. Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Abdul Karim mengatakan, salah satu anggota Brimob yang diamankan berpangkat Komisaris Polisi (Kompol). "Inisial tujuh orang ini, pertama berpangkat Kompol inisial C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, dan Bripda M," kata Abdul Karim di RSCM, Jakarta, Kamis malam, 28 Agustus 2025. Selain lima orang itu, polisi juga memeriksa dua anggota Brimob berpangkat Bhayangkara Kepala (Bharaka) berinisial Y dan D. Ketujuh anggota itu berada di dalam kendaraan taktis yang menabrak pria berjaket ojol tersebut. Menurut Abdul Karim, Divisi Propam Polri yang dibantu Propam Korbrimob Polda Metro Jaya memeriksa tujuh polisi itu di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat. "Masih kita dalami, kita belum bisa tahu siapa menyetir siapa ini, yang jelas satu kendaraan, kita dalami perannya. nanti kita update berikutnya," kata Abdul Karim. Dalam video yang diterima redaksi, sambil menyalakan sirine, mobil rantis Brimob Polri berwarna hitam terlihat melaju kencang ke arah pendemo yang langsung berhamburan. Saat melaju kencang, ada salah seorang pengemudi ojol yang terlihat tertinggal oleh rombongan dan sempat menjauh namun menjadi korban tabrakan. Bukannya memundurkan kendaraan, mobil itu justru melaju terus dan memilih melindas driver ojol. Alhasil, ratusan massa yang geram melihat kejadian itu lalu mengejar mobil tersebut serta mencoba memukuli serta melemparinya dengan batu, bambu, dan benda lainnya Mobil rantis itu terlihat terus melaju lebih jauh menghindari massa. Sumber: RMOL
Empat negara anggota MABIMS—Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Indonesia—berkumpul dalam forum ini untuk berbagi praktik baik.
Gus Irfan menjadi Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto–Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kemarin, buruh yang tergabung dalam KSPI mengadakan demonstrasi di depan gedung DPR.
Komnas HAM memastikan akan mengusut secara serius peristiwa tewasnya seorang pengemudi ojol Affan Kurniawan (21) yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Timnas Futsal Indonesia akan beraksi dalam CFA International Tournament 2025 di Shijiazhuang, China, pada 5-11 September 2025.
GELORA.CO - Anggota kepolisian berseragam antiteror masih melakukan penjagaan ketat di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, hingga Jumat pagi (29/8/2025). Berdasarkan pantauan di lokasi sekira pukul 07.00 WIB, para anggota itu berjejer di sepanjang jalan meskipun sudah tidak terlibat kisruh dengan massa aksi. Sementara itu, massa aksi yang menggeruduk Mako Brimob pada Kamis (28/8/2025) malam terlihat masih berkerumun di dekat lampu merah Senen arah Atrium. Sebagian besar dari mereka masih mengoleskan pasta gigi di bagian bawah mata. Bau gas air mata juga masih menyengat di lokasi, dan asapnya masih terlihat mengepul di beberapa titik. Adapun, lalu lintas kendaraan di lokasi tersebut tampak tersendat. Akibat massa yang berkerumun itu, lalu lintas dari arah Salemba dialihkan ke Flyover Senen arah Gunung Sahari. Lalu lintas yang tersendat itu membuat sejumlah pengendara putar balik dan memilih alternatif jalan lain. Sebelumnya, ribuan pengemudi ojek online (ojol) dan warga masih bertahan di kawasan Mako Brimob Kwitang hingga Jumat dini hari, meskipun beberapa kali kali telah dihalau petugas keamanan dengan menembakkan gas air mata. Pantauan di lokasi pada Jumat sekitar jam 03.00 WIB, ribuan orang masih berkumpul, mereka tetap bertahan meski beberapa kali petugas menembakkan gas air mata. Suara letusan pun masih terdengar di sekitar kawasan Mako Brimob. Selain itu titik-titik api dan asap gelap juga terlihat di sekitar jalan layan Senen. Kendaraan roda dua dan empat juga berjejer di sepanjang jalan layang, mereka berhenti untuk melihat situasi terkini di kawasan Mako Brimob Kwitang yang dikepung massa setelah peristiwa pengemudi ojol tewas terlindas. Massa juga sempat membakar pos polisi yang berada persis di bawah jalan layang Senen, mereka meluapkan kemarahannya dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak kepolisian. Massa hingga Jumat dini hari bertahan dan ledakan dari petasan serta gas air mata masih terdengar dan terasa. Sebelumnya, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Abdul Karim memastikan penanganan kasus kendaraan taktis (rantis) yang menabrak dan melindas pengemudi ojol hingga tewas dilakukan secara transparan. "Pemeriksaan dilakukan secara cepat dan transparan," katanya saat memberi keterangan kepada media di Jakarta, Jumat. Ia mengatakan bahwa penanganan kasus tersebut juga dilakukan bukan hanya dari Propam Mabes Polri, tapi bersama dengan Korps Brimob, mengingat pelaku penabrakan merupakan anggota Brimob. Selain pihak internal Polri, penanganan kasus tersebut juga dikoordinasikan dengan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Hal ini dilakukan untuk memastikan penanganan kasus agar transparan. Sumber: inilah
Grab Indonesia buka suara soal mitra driver ojol yang tewas kemarin.
OLEH: TONY ROSYID* SITUASI negara sedang tidak baik-baik saja. Terutama di sektor ekonomi. Daya beli rakyat semakin melemah. Sejumlah perusahaan gulung tikar berimbas pada PHK massal. Ketika BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi 5,12 persen, rakyat tak ada yang percaya. Padahal, pertumbuhan ekonomi 5,12 persen itu terbilang kecil. Ini artinya, rakyat merasa situasinya sungguh amat sangat sulit. Ini problem serius dan potensial jadi ancaman buat Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan efisiensi Presiden Prabowo dianggap tidak tepat waktu dan sasaran. Akibat efisiensi, sejumlah kepala daerah kekurangan anggaran. Ambil jalan pintas: naikin pajak. Di sejumlh daerah pajak naik 300 persen hingga ribuan persen. Lagi-lagi, rakyat yang jadi sasaran. Rakyat pun marah. Bupati Pati Sudewo hampir jadi korban. Kebijakan efisiensi dianggap telah mengganggu perputaran dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Kesulitan yang dialami rakyat berbeda dengan kondisi elite politik. Di kelas elite, gaji dan tunjungan terus naik, begitu juga peluang dan tingkat korupsinya. Kenyang! Di kelas elite, tak ada situasi yang sulit. Tunjangan rumah bisa 15 kali lipat upah tenaga kerja pada umumnya. Itu baru rumah. Belum gaji, biaya rapat, anggaran perjalanan. Cukup! Jangan ditulis lagi. Butuh puluhan hingga ratusan halaman. Kebijakan ekonomi yang seringkali kontradiktif, dan struktur birokrasi yang semakin koruptif membuat kekuasaan Presiden Prabowo cukup rentan. Narasi Prabowo selama ini akan melawan korupsi tidak terimplementasi signifikan dalam kerja-kerja birokrasi. Narasi itu harapan, korupsi itu kenyataan. Dua hal yang berbeda. Korupsi masih begitu terstruktur di hampir semua lembaga pemerintahan. Anda perlu pahami makna dari kata "hampir". Ini penghalusan. Akan jelas kalau anda menggunakan simiotika "paradigmatik" filsuf Swiss: Ferdinand De Saussure". Ah nggak perlu mikir yang berat-berat. Hidup rakyat sudah sangat berat. Yang pasti-pasti saja. Di antara yang pasti adalah bahwa korupsi berhasil diwarisi dengan sangat sempurna dari satu rezim ke rezim yang lain. Saat ini, publik melihat belum ada yang berubah secara signifikan dari sebelumnya. Terutama soal korupsi. Sama saja! Begitulah teriakan rakyat Di tengah situasi ekonomi yang tidak kondusif dan birokrasi yang sangat koruptif, gelombang badai bisa datang dari para teknokrat stok lama. Mereka adalah sejumlah menteri atau pejabat setara yang dobel loyalitas. Secara formal, mereka loyal kepada Presiden Prabowo. Secara kultural, mereka lebih dekat dengan Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi. Kedekatan ini membawa konsekuensi politik yang lebih emosional dan berjangka panjang. Sebab, Jokowi yang memberi jaminan. Bukan Prabowo. Ketika hubungan Prabowo dengan Jokowi retak, loyalitas kultural akan menguat di tengah kekuasaan Prabowo yang semakin kewalahan menghadapi badai ekonomi dan potensi kehilangan trust publik. Faktor Sri Mulyani, sebagai penentu nasib moneter dan fiskal Indonesia, terus mendapatkan sorotan. Sri Mulyani bukan sosok yang punya sejarah harmoni dengan Prabowo. Publik menaruh curiga, bukan pada kemampuan orang kepercayaan IMF ini, tapi pada loyalitasnya kepada Presiden Prabowo. Ketika Prabowo dilantik jadi presiden, para taipan yang selama puluhan tahun sukses merampok uang negara, sebagian besar dipinggirkan. Sebagian lagi disikat. Dipinggirkan, disikat atau digantikan? Ini juga menjadi persoalan fundamental. Para pengganti taipan, apakah mereka punya mentalitas berbeda? Ini pertanyaan idologis berbau nasionalis. Dua kata ini yang akan menentukan cara taipan baru mancari kekayaan. Cara ini akan menentukan nasib bangsa dan nasib rakyat kedepan. Para taipan yang tersingkir, mereka bukan gerombolan saudagar yang baru belajar politik. Mereka bahkan telah sukses mengubah politik menjadi pundi-pundi kekayaan yang berlimpah. Bukan ratusan, tapi ribuan triliun. Survei menyebutkan 60 persen kekayaan para taipan didapatkan dari kemampuan mengendalikan penguasa jadi uang. "Ternak babi tak banyak untung. Ternak babe, ini baru untung". Terlempar, para taipan stok lama ini tidak diam. Menunggu momentum. Bukan hanya menunggu, mereka juga lihai dalam menciptakan momentum. Jerami kekuasaan Prabowo mulai setengah kering. Para taipan memantau dan sewaktu-waktu bisa siramkan bensin ketika waktunya tiba. Ahmad Muzani, politisi kalem dan terkenal humanis ini menjadi ketua MPR. Posisinya sedang terlempar dari partai penguasa. Saat menu sedang dihidangkan, ia dipensiunkan dari posisi sekjen Gerindra. Selama 17 tahun berpuasa dalam perjuangan partai, ketika lebaran tiba, ia diminta lagi untuk berpuasa. Sebagai ketua MPR, posisi Ahmad Muzani cukup menentukan. Suasana kebatinan akan mempengaruhi keputusannya. Dua hari lalu, Jakarta rusuh demo. Hari ini, buruh demo. Infonya, demo besar-besaran. Besok, BEM juga demo. Jika situasi sulitnya ekonomi terus dibumbui oleh kebijakan yang kontra-populis, ini bisa berubah menjadi panggung yang dapat mendorong teori transformasi politik berpeluang mengambil analisisnya. Kursi raja bisa goyang ketika kelompok-kelompok yang menjadi ancaman ini bermain di panggung yang sama. Waspadalah....waspadalah...! *(Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)
GELORA.CO -PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) menyalurkan santunan bagi keluarga Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis malam, 28 Agustus 2025. Direktur Public Affairs & Communications GOTO, Ade Mulyana memastikan Affan adalah bagian dari mitra driver Gojek. Pihaknya, Lanjut Ade, langsung turun tangan memberikan pendampingan sejak insiden terjadi. “Gojek telah membantu penyediaan fasilitas ambulans, proses autopsi, serta visum. Kami juga akan memberikan santunan bagi keluarga korban sebagai bentuk dukungan kami,” ujar Ade dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat dini hari, 29 Agustus 2025. Tak hanya itu, Gojek menyatakan komitmen untuk terus mendampingi keluarga Affan. Koordinasi dengan pihak berwenang terkait penanganan insiden ini. Ade menambahkan, keluarga besar Gojek turut merasakan kehilangan mendalam. “Kami menyampaikan simpati tulus kepada keluarga yang ditinggalkan, juga kepada rekan-rekan mitra driver lainnya,” kata Ade. Ade juga mengimbau semua pihak menjaga situasi tetap kondusif dan aman. "Kami mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif dan aman bagi semua," pungkas Ade. Sumber: RMOL