
Pemprov Jakarta Imbau Massa Tak Rusak Fasum dan Fasilitas Pribadi: Jaga Bersama
Pemprov Jakarta Imbau Massa Tak Rusak Fasum dan Fasilitas Pribadi: Jaga Bersama. #focus #demoricuh #news #text
Pemprov Jakarta Imbau Massa Tak Rusak Fasum dan Fasilitas Pribadi: Jaga Bersama. #focus #demoricuh #news #text
GELORA.CO - Tagar “Trump is Dead” mendadak menjadi tren di platform X selama beberapa hari terakhir. Spekulasi liar ini dipicu oleh pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dalam sebuah wawancara dengan USA Today pada 27 Agustus lalu. Ketika ditanya apakah dirinya siap mengambil alih jabatan presiden jika terjadi sebuah tragedi mengerikan, Vance menjawab bahwa Presiden Donald Trump dalam kondisi sehat. “Ya, tragedi mengerikan bisa saja terjadi. Tapi saya sangat yakin Presiden Amerika Serikat dalam kondisi baik, akan menuntaskan masa jabatannya, dan melakukan hal-hal besar untuk rakyat Amerika,” ujar Vance, seperti dikutip dari News 18, Minggu, 31 Agustus 2025. “Dan jika, Tuhan melarang, ada tragedi mengerikan, saya tidak bisa membayangkan pelatihan di tempat kerja yang lebih baik dibandingkan yang saya alami dalam 200 hari terakhir," tambahnya. Meski pernyataan tersebut dimaksudkan untuk menenangkan publik, justru memicu gelombang spekulasi liar di media sosial. Apalagi Trump, yang kini berusia 79 tahun, belakangan memang kerap menjadi sorotan terkait kondisi kesehatannya. Pada Juli lalu, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump mengidap chronic venous insufficiency, kondisi pembuluh darah yang menyebabkan pembengkakan pada kaki. Foto-foto kaki Trump yang terlihat bengkak sempat ramai dibicarakan warganet. Ditambah lagi, Trump sebelumnya selamat dari dua kali upaya pembunuhan saat kampanye tahun lalu. Isu ini semakin meluas setelah kreator The Simpsons, Matt Groening, melontarkan candaan di San Diego Comic-Con pada Juli lalu. “Ketika ‘you-know-who’ meninggal, The Simpsons meramalkan akan ada pesta dansa di jalanan. Kecuali Presiden (J.D.) Vance melarang orang berdansa,” ujar Groening disambut tawa pengunjung. Candaan itu dianggap sebagai sindiran halus terhadap Trump, mengingat rekam jejak The Simpsons yang kerap memprediksi peristiwa terkait dirinya. Sebelumnya, pada September 2023, akun X milik Donald Trump Jr. sempat diretas. Sang peretas menulis cuitan palsu bahwa ayahnya telah meninggal dan Trump Jr. akan maju mencalonkan diri, sebelum klaim itu dibantah. Trump sendiri dengan cepat merespons isu terbaru ini lewat akun Truth Social. Ia menegaskan dirinya tetap aktif menjalankan tugas di Gedung Putih maupun di dunia maya. Sumber: rmol
Petani Mengeluh Harga Gula Anjlok Setiap Tahun, Pemerintah Ke Mana?
Polres dan komunitas ojol Sumenep adakan Shalat Gaib Ojol Sumenep dan doa bersama untuk Affan Kurniawan, driver ojol yang meninggal dunia akibat insiden unjuk rasa di Jakarta. Simak detail solidaritas ini.
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Driver ojek online (ojol) bersama warga Surabaya, Jawa Timur, bergotong royong membersihkan puing-puing pos polisi yang terbakar akibat kerusuhan, Jumat (29/8/2025). Aksi ini sebagai bentuk kepedulian...
Demokrasi diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan kekuasaan, sebaliknya demonstrasi dipraktikkan dalam bentuk mengawasi kekuasaan.
Kevin Diks mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya, Borussia Monchengladbach, dikalahkan Stuttgart 0-1 di pekan kedua Liga Jerman 2025-2026.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Desa melalui pameran Apkasi Otonomi Expo (AOE) yang telah berlangsung 20 kali, menghasilkan potensi bisnis miliaran rupiah.
GELORA.CO - Gelombang aksi demonstrasi yang awalnya berpusat di Jakarta, kini mulai menjalar ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kediri. Gedung DPRD Kota Kediri menjadi sasaran massa. Melansir dari Jawa Pos Radar Kediri, sejak sore, ribuan masyarakat berkumpul di depan Gedung DPRD Kota Kediri, Jalan Mayor Bismo Nomor 21, Kelurahan Semampir, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Kemudian pada sekitar pukul 18.30 WIB, demonstran mulai membakar gedung DPRD dengan melempari bom molotov dari luar. Dalam hitungan menit, api menjalar dan melalap habis gedung hingga ke atapnya. Beberapa kali terdengar suara ledakan dari dalam gedung, diikuti bara api yang beterbangan. Tak lama kemudian, sekitar pukul 18.50 WIB, Mobil Pemadam Kebakaran tiba dan mulai masuk ke kawasan. Namun, petugas tak langsung melakukan pemadaman karena masih banyak massa aksi yang memenuhi lokasi. Selain membakar gedung, sejumlah massa juga melakukan penjarahan. Beberapa barang dari dalam gedung DPRD, seperti TV, laptop, kursi, hingga kulkas, dijarah oleh para demonstran. Seorang warga, Suhadak mengatakan saat demonstran datang, tidak ada penjagaan polisi di gedung DPRD. Massa pun dengan mudah merangsek dan langsung membakar gedung dewan. "Karena memang nggak ada yang jaga, gedungnya seperti kosong, (anggota dewan maupun pegawai) sudah pulang semua," tutur Suhadak. Setelah membakar gedung DPRD Kota Kediri, massa aksi bergeser ke gedung DPRD Kabupaten Kediri. Sekitar pukul 19.00 WIB, ribuan massa aksi terlihat menjarah berbagai sarpras yang ada di dalam gedung dewan. "Cair, cair, cair," teriak salah seorang demonstran yang menjarah perabotan dari dalam gedung DPRD Kabupaten Kediri. Setelah menjarah, demonstran membakar gedung tersebut yang masih berada dalam kompleks Pemkab Kediri. Tak butuh waktu lama, api berkobar, asap hitam pekat pun membumbung tinggi di lokasi. Sumber: jawapos
Rumah ini viral di media sosial akibat insiden penjarahan yang melibatkan orang-orang tak dikenal.
jatim.jpnn.com , SURABAYA - Kericuhan demontrasi yang terjadi di Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo pada Sabtu (30/8) belum bisa diredam hingga dini hari.
Polda NTB menegaskan tidak ada pengunjuk rasa yang diamankan saat Demo DPRD NTB meskipun aksi tersebut berujung ricuh dan menyebabkan kebakaran. Benarkah demikian?
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan pemerintah harus mengambil langkah tepat dalam mencegah panic buying dan kelangkaan barang. Faisal mendorong...
GELORA.CO - Kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jalan Mandar, Bintaro Sektor III, Tangerang Selatan, menjadi sasaran penjarahan orang tak dikenal. Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, tampak sekelompok massa masuk ke dalam rumah dan membawa sejumlah barang dari kediaman tersebut. Seorang warga sekitar, Olav, menuturkan penjarahan tidak terjadi sekali, melainkan dua kali dalam satu malam. Gelombang pertama berlangsung sekitar pukul 00.30 WIB, sementara gelombang kedua kembali terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. "Jumlah orangnya, untuk gelombang pertama sama gelombang kedua itu beda. Yang kedua lebih banyak. Gelombang satu itu jam 00.30, gelombang keduanya jam 03.30," ungkap Olav saat ditemui wartawan di sekitar kediaman Sri Mulyani, Minggu (31/8/2025). Menurut Olav, dalam aksi tersebut para pelaku membawa berbagai macam barang dari dalam rumah. Barang-barang yang diangkut mulai dari peralatan elektronik hingga barang rumah tangga. "TV, lukisan, ya itu yang gelombang kedua aja bawa piring, bawa baju. Mereka ribut, teriak-teriak segala macam, ada yang bilang, 'buat ini nih, buat ibu gua'," ujarnya menirukan teriakan penjarah. Olav menambahkan, suasana di sekitar lokasi sempat mencekam karena massa yang datang dalam jumlah cukup banyak. Warga sekitar hanya bisa menyaksikan dari kejauhan lantaran khawatir terjadi bentrokan. "Kalau lihat, orang-orang sekitar nggak ada yang berani mendekat. Mereka (penjarah) ramai sekali, bawa kendaraan juga. Jadi ya kita hanya bisa lihat dari jauh," tuturnya. Hingga Minggu siang, tampak sejumlah barang masih berserakan di depan rumah Sri Mulyani. Akses jalan menuju kediaman dipasangi portal, sementara penjagaan ketat dilakukan aparat keamanan. Sejumlah warga juga terlihat berkumpul menyaksikan kondisi rumah yang porak-poranda pasca-penjarahan. Pihak aparat hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut. Sumber: detik
Menurut rencana siang ini Minggu (31/8) sejumlah warga berangkat dengan menggunakan puluhan bus yang telah disiapkan.
Keterbatasan pengetahuan menganalisa performa usaha berdasarkan data jadi salah satu masalah bagi pelaku UMKM Indonesia. Atas dasar itu, aplikasi Daridata hendak memberi jalan keluar. #kumparanTECH