
Laga PSM Makassar vs Persebaya Surabaya Ditunda, Kondisi Keamanan Jadi Pertimbangan
Pertandingan pekan keempat BRI Super League 2025/26 antara PSM Makassar dan Persebaya Surabaya yang seharusnya digelar pada Minggu, 31 Agustus 2025, resmi ditunda.
Pertandingan pekan keempat BRI Super League 2025/26 antara PSM Makassar dan Persebaya Surabaya yang seharusnya digelar pada Minggu, 31 Agustus 2025, resmi ditunda.
GELORA.CO – Situasi demo di Kota Makassar memanas hingga Sabtu dini hari (30/8/2025). Massa demonstran tidak hanya membakar gedung DPRD Kota Makassar, tetapi juga merangsek ke gedung DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo. Sekitar pukul 01.00 Wita, api mulai berkobar di area gedung DPRD Sulsel. Awalnya hanya beberapa kendaraan di halaman yang terbakar, namun api cepat merembet ke bangunan utama hingga melalap bagian atap. Suasana mencekam meliputi lokasi kebakaran yang membuat warga sekitar panik. Warga yang tinggal di sekitar gedung berhamburan keluar rumah. Mereka khawatir api merembet ke permukiman. "Terbakar mi gedung DPRD, habis," kata seorang warga panik. "Api sudah berkobar di gedung DPRD, kantor DPRD sudah habis terbakar," ujar warga lain sambil berlarian menyelamatkan diri. Kebakaran di gedung wakil rakyat tingkat provinsi itu terjadi hanya berselang beberapa jam setelah gedung DPRD Kota Makassar lebih dulu menjadi sasaran amuk massa di Jalan AP Pettarani. Insiden ini menjadi puncak gelombang kemarahan warga. Informasi yang dihimpun, selain kerugian materiel, kebakaran gedung DPRD Sulsel juga menelan korban jiwa. Namun hingga kini jumlah pasti korban masih belum diketahui. Aksi demo massa dipicu oleh tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan sehari sebelumnya. Affan meninggal setelah dilindas kendaraan taktis Brimob saat unjuk rasa besar di Jakarta. Hingga dini hari, suasana Kota Makassar masih mencekam. Aparat keamanan terus berupaya mengendalikan situasi di sekitar gedung DPRD Sulsel. Namun massa masih bertahan di sejumlah titik dan menolak membubarkan diri. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh. Insiden ini menambah panjang daftar kerusuhan yang dipicu kemarahan publik atas tewasnya Affan Kurniawan Sumber: inews
MRT Jakarta menyesuaikan pola operasional pada 30 Agustus akibat demo, melayani penumpang dari Stasiun Lebak Bulus hingga Blok M. Evaluasi berkala dilakukan.
Orasi di depan DPR, Andovi da Lopez meminta teman-teman artis untuk tidak berdiam diri atas polemik yang terjadi di Indonesia beberapa hari belakangan ini
PT TransJakarta menyayangkan aksi tersebut mengingat halte itu merupakan fasilitas publik digunakan secara bersama-sama.
Beban berat kini berada di pundak Putri Kusuma Wardani. Ia menjadi satu-satunya harapan Indonesia di BWF World Championships 2025
GELORA.CO - Aksi massa yang semula merupakan solidaritas terhadap pengemudi ojek online (ojol) tewas di Jakarta, berujung ricuh di Kota Solo. Massa yang sebelumnya berkumpul di sekitar Mako Brimob Manahan, Jumat sore (29/8), usia magrib hingga dini hari akhirnya bergeser ke beberapa titik, mulai dari Ngarsopuro, Gladak, hingga akhirnya menyerbu Kantor DPRD Kota Solo. Puncaknya, Sabtu (30/8) dini hari, gedung dewan dibakar massa hingga menimbulkan kerusakan parah. Sejumlah fasilitas rusak dan hangus terbakar, mulai dari pos satpam, kantor Sekretaris Dewan (Sekwan), hingga ruang Pimpinan DPRD. Papan nama dan lampu boks DPRD pun dirusak. Hingga Sabtu pagi, suasana kantor masih porak-poranda dengan sisa puing kebakaran yang belum dibersihkan. Ketua DPRD Kota Solo, Budi Prasetyo, menyesalkan kejadian tersebut. Ia menegaskan, pihaknya sama sekali tidak menerima informasi adanya rencana aksi ke Kantor DPRD. “Posisinya kan memang kita di DPRD tidak tahu sama sekali berkaitan dengan rencana aksi yang akan diadakan di gedung dewan. Sejak siang informasinya hanya terpusat di Mako Brimob Manahan. Jadi kami juga biasa saja, tidak ada persiapan pengamanan khusus di DPRD,” ujar Budi saat meninjau lokasi, Sabtu pagi. Budi menyebut pergeseran massa ke Ngarsopuro, Gladak, hingga akhirnya ke DPRD membuat situasi di luar perkiraan. Bahkan, massa yang datang sudah tidak lagi mengenakan atribut ojol. “Kalau kita lihat, atributnya sudah tidak memakai atribut teman-teman ojol. Jadi memang agak sulit membedakan. Pamdal di DPRD sudah bersiap, tapi karena jumlah massa luar biasa banyak dan tidak terkendali, akhirnya terjadi perusakan. Mulai dari papan nama DPRD, pos satpam, sampai berlanjut ke ruangan lainnya,” ungkapnya. Meski kecewa dengan kondisi gedung yang rusak, Budi menegaskan DPRD selalu terbuka untuk menerima aspirasi masyarakat. “Biasanya kalau ada informasi penyampaian aspirasi, kita selalu menerima. Tidak pernah kita tolak. Tapi kali ini sama sekali tidak ada informasi kepada kami, sehingga kita tidak bisa antisipasi,” katanya. “Kita ini kan dikenal sebagai kota yang layak huni. Maka saya mengimbau masyarakat tetap menjaga iklim sejuk. Gedung DPRD ini bukan milik pribadi, tapi aset masyarakat. Jangan sampai rusak hanya karena aksi tidak terkendali. Dari barat sampai timur kota, suasananya tadi malam mencekam. Banyak fasilitas umum dirusak. Itu sebabnya saya minta seluruh warga menjaga aset kota kita bersama-sama,” tegasnya. Budi menambahkan, pihaknya mendapat informasi dari kepolisian bahwa pada Sabtu siang ada agenda mahasiswa UIN untuk menyampaikan aspirasi ke DPRD. Namun, dengan kondisi gedung yang rusak, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan dewan lain sebelum mengambil keputusan. “Kita belum tahu nanti apakah akan tetap menerima atau tidak. Kita lihat kondisi, dan akan dibicarakan bersama pimpinan serta anggota DPRD lainnya,” jelasnya.. Terkait kerugian akibat kebakaran, Budi menyebut masih belum bisa ditaksir. “Gedung yang terbakar itu pos satpam di depan, kemudian kantor Sekretariat DPRD. Sampai sekarang belum bisa dipastikan total kerugian, karena kejadiannya dini hari dan tidak ada antisipasi sebelumnya,” pungkasnya. Sumber: jawapos
Sejumlah orang memanfaatkan kondisi pascakebakaran Kantor DPRD Kota Makassar dengan menjarah barang-barang berharga pada Sabtu (30/8) pagi.
Amerika Serikat menerapkan tarif impor 50% bagi produk asal India, memukul ekspor kulit India.
GELORA.CO - Massa yang jumlahnya diperkirakan mencapai seratusan orang membakar dua unit bus polisi yang terparkir di eks gedung Mapolres Metro Jakarta Pusat di Jalan Kramat Raya, Jumat (29/8/2025) malam. Selain membakar dua unit bus tersebut, massa juga mengambil sejumlah barang yang berada di dalam gedung yang kini difungsikan sebagai markas Tim Gegana Korps Brimob Polri. Tidak jauh dari markas Gegana tersebut, kelompok massa yang berbeda membakar sebagian halte Transjakarta Senen Toyota Rangga pada Jumat malam. Selain halte bus Senen Toyota Rangga, massa juga membakar Halte Transjakarta Polda Metro Jaya dalam unjuk rasa di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan sekitar pukul 21.00 WIB. Diketahui, berbagai kelompok mahasiswa dan masyarakat hari ini menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya pada Jumat siang. Demonstrasi tersebut digelar untuk mengungkapkan rasa kekecewaan dan sebagai bentuk protes atas jatuhnya korban dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR RI kemarin. Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek daring, meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8). Kericuhan di Pejompongan tersebut terjadi setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, dipukul mundur oleh pihak kepolisian. Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim pada Jumat, (29/8) dini hari mengungkapkan bahwa ada tujuh aparat Brimob yang diduga terlibat dan berada di dalam rantis tersebut. Menurut dia, tujuh personel itu masih dalam proses pemeriksaan. Insiden yang menewaskan Affan tersebut memicu unjuk rasa susulan yang melibatkan ratusan anggota masyarakat dan sejawat pengemudi ojek daring di depan Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat. (Antara)
GELORA.CO - Presiden Prabowo Subianto akan memberikan satu unit rumah di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, untuk keluarga mendiang Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah massa aksi demonstrasi di Kawasan DPR. Pemberian rumah dari Prabowo telah disampaikan kepada keluarga melalui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Rumah untuk keluarga Affan atas nama sang ibunda. “Ada di Cileungsi, Bapak Ara tadi sudah memberikan, atas nama ibunya,” ujar Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria saat mengunjungi rumah duka Affan di Jalan Blora, Jakarta Pusat, dikutip, Sabtu (30/8/2025) Riza menambahkan, bantuan berupa rumah dari Presiden Prabowo merupakan bentuk keprihatinan sekaligus komitmen untuk menjamin kehidupan keluarga Affan. “(Presiden Prabowo) mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan dan harapan dari keluarga (Affan) dan bapak memberikan dukungan,” kata dia. Dalam kesempatan itu, Riza pun memuji sosok Affan yang berbakti kepada keluarga. Bahkan, dia mengatakan bahwa Affan bisa menjadi panutan bagi anak-anak muda generasi yang akan datang. “Affan bisa menabung dan sudah membelikan tanah di Lampung dan juga sudah memberikan motor untuk adik perempuannya. Sangat rajin sejak pagi hingga malam dan juga memberikan perhatian kepada orang tuanya dan adiknya, membelikan rumah, membelikan motor," ucapnya. "Ini contoh anak-anak yang punya kepedulian kepada keluarga semoga seluruh anak-anak Indonesia menjadi contoh kepada Affan yang sayang kepada orang tua dan keluarganya bekerja untuk keluarga,” tuturnya Sumber: inews
Meski namanya jarang terdengar, tapi daun patikan kebo ternyata punya banyak khasiat untuk tubuh. Apa saja manfaat air rebusan daun patikan kebo?
Untuk menghadapi kemarahan rakyat ini sebaiknya presiden mengumumkan keberfihakan dan empati kepada rakyat. Salah satunya dengan mengumumkan pemotongan gaji.
Cita-citanya menjadi dokter makin teguh, semakin yakin ingin menyelamatkan nyawa orang di luar sana. #publisherstory #beritaanaksurabaya
GELORA.CO – Situasi mencekam terjadi di rumah dinas Wakil Gubernur Jambi H Abdullah Sani, Sabtu dini hari (30/8/2025). Puluhan orang tak dikenal menyerang pos penjagaan menggunakan batu dan diduga melempar bom molotov. Insiden penyerangan terjadi pukul 02.00 WIB yanng membuat suasana panik. Pos jaga yang ditempati personel Satpol PP porak-poranda, kaca pecah dan material berserakan di sekitar lokasi. Sejumlah petugas terpaksa menyelamatkan diri saat serangan berlangsung. “Mereka langsung lempar batu, botol, bahkan ada api dari molotov. Pos jaga langsung hancur,” ujar seorang saksi mata, Sabtu (30/8/2025). Seusai aksi pelemparan batu, aparat kepolisian bersama anggota TNI langsung diterjunkan untuk mengamankan rumah dinas. Garis polisi dipasang di sekitar lokasi, sementara penjagaan diperketat untuk mengantisipasi aksi susulan. Hingga kini, pihak Wakil Gubernur Jambi H Abdullah Sani, belum memberikan keterangan resmi. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait motif dan identitas pelaku Sumber: inews
jatim.jpnn.com , SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Juanda merilis ramalan cuaca di Jawa Timur hari ini, Sabtu (30/8).