Pendemo Waspada! Kapolri Perintahkan Tembak Perusuh yang Terobos Masuk Markas Kepolisian

Pendemo Waspada! Kapolri Perintahkan Tembak Perusuh yang Terobos Masuk Markas Kepolisian

GELORA.CO - Beredar di media sosial Instagram, video conference (Vicon) Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit dengan jajaran dalam menyikapi kerusuhan. Dalam video yang beredar tersebut, Kapolri memerintahkan agar anggotanya bertindak tegas jika Mako Brimob diserang massa. “Haram hukumnya yang namanya Mako diserang, haram hukumnya," kata Kapolri. "Dan kalau kemudian mereka masuk ke asrama, tembak." "Rekan-rekan punya peluru karet, tembak," lanjut Kapolri. Ia pun menyatakan bakal bertanggung jawab apabila ada pihak yang menyalahkan tindakan tegas itu. “Tidak usah ragu-ragu, jika ada yang menyalahkan Kapolri, Listyo Sigit siap dicopot," ujar Sigit. Listyo said "Kalau masuk asrama, tembak peluru, bahkan kalau punya peluru karet tembak." POLISI PEMBUNUH TUH BUKAN CERITA RAKYAT AJA TAPI ITU NYATA. POLISI PEMBUNUH -star pic.twitter.com/WrCv65AhAZ — Starfess || CEK PINNED UNTUK KIRIM MENFESS (@starfess) August 30, 2025 Mabes Polri memerintahkan bagi pendemo yang nekat menerobos Mako Polri, harus ditindak tegas dan terukur. Alasannya, karena Mako Polri adalah representasi dari negara Indonesia. Negara tidak boleh kalah dengan perusuh yang merusak Mako Polri. Untuk itu, Mabes Polri memrintahkan jajarannya, agar perusuh harus diambil tindakan tegas. Mabes Polri pun mengajak semua elemen, agar sama-sama menjaga persatuan, kesatuan dan kedamaian untuk Indonesia. Sumber: tribunnews

Dalang Penjarahan Sejumlah Rumah Pejabat Terungkap, Akun TikTok Ini Mengaku Digiring Grup Misterius

Dalang Penjarahan Sejumlah Rumah Pejabat Terungkap, Akun TikTok Ini Mengaku Digiring Grup Misterius

GELORA.CO - Aksi penjarahan rumah pejabat negara kembali mengguncang publik. Dini hari, Minggu (31/8/2025), rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro, Tangerang Selatan, diserbu ratusan massa. Perhiasan, barang elektronik, pajangan, hingga peralatan rumah tangga raib dibawa. Tidak ada aparat yang mencegah penjarahan tersebut. Keterangan mengejutkan datang dari akun TikTok @diskasproject. Ia menyebut massa digiring oleh kelompok misterius. "Gue jalan balik, di lampu merah orang-orang ini teriak kerumah Puan jujur gue kaget. Gue tanya ternyata mereka ada grup yang gatau grup apaan. JANGGAL SIH JUJUR," ungkapnya. @diskasproject Gue jalan balik, di lampu merah orang-orang ini teriak kerumah Puan jujur gue kaget. Gue tanya ternyata mereka ada grup yang gatau grup apaan. JANGGAL SIH JUJUR ♬ original sound - diskasproject Penyerangan terhadap rumah pejabat tidak hanya menimpa Sri Mulyani. Sore sebelumnya, rumah Ahmad Sahroni, anggota DPR RI Fraksi NasDem, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, juga dijarah. Barang-barang miliknya hilang saat massa masuk dan merusak. Rumah anggota DPR Fraksi PAN, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ikut digeruduk. Tidak lama berselang, kediaman artis sekaligus politisi Surya Utama alias Uya Kuya di Pondok Bambu, Jakarta Timur, bernasib serupa. Penjarahan Toko di Senen Tidak hanya rumah pejabat, aksi penjarahan meluas ke kawasan pertokoan. Pada Jumat (29/8/2025) sore, toko-toko di kawasan Senen, Jakarta Pusat, diserbu massa. Video warganet menunjukkan orang-orang membawa monitor komputer, kotak besi, meja kayu, sepeda lipat, dispenser, hingga lemari stainless. Aksi itu berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB, saat bentrokan massa dan aparat di sekitar Stasiun Senen semakin memanas. Massa memanfaatkan situasi kacau akibat tembakan gas air mata. Barang berharga pun berpindah tangan tanpa pengawasan. Latar Belakang Ketegangan Sri Mulyani sebelumnya menjadi sorotan publik karena kebijakan pajak yang dianggap memberatkan masyarakat. Ketidakpuasan itu memicu gelombang demonstrasi, yang belakangan berubah menjadi aksi anarkis. Serangkaian penjarahan ini memperlihatkan lemahnya kontrol keamanan di tengah gejolak sosial. Pertanyaan besar kini muncul: siapa sebenarnya dalang yang menggerakkan massa hingga menargetkan rumah pejabat dan tokonya? Sumber: viva